Retail & Property

Bukalapak Namakan Promo Harbolnasnya “Sakit Jiwa”

Bukalapak Namakan Promo Harbolnasnya Sakit Jiwa IMG_20161205_154904
Kredit foto: Jaka Perdana - Marketeers

Hari Belanja Online Nasional alias Harbolnas adalah ajang yang ditunggu-tunggu konsumen belanja online. Alasannya satu, festival belanja dunia maya ini bertebaran diskon di berbagai platform e-commerce manapun. Dengan harga super miring itu pula para platform berbenah dan menghadirkan promosi besar-besaran untuk menarik perhatian konsumen.

Bukalapak adalah salah satu pemain e-commerce yang getol mengampanyekan Harbolnas. Pasalnya tahun lalu saja nilai transaksi mereka mencapai belasan kali lipat dari hari biasa. Walau sekarang menyasar target moderat hanya sepuluh kali lipat saja, Bukalapak sudah memulai kampanye Harbolnas dengan tagline “Sakit Jiwa”.

“Alasannya adalah akan ada diskon sampai 80% untuk berbagai jenis barang pada Harbolnas 12/12 2016 mendatang. Setelah diskon pun pembeli diperbolehkan menawar harga agar bisa membawa pulang barang lebih murah lagi lewat fitur negosiasi. Sudah diskon sampai 80%, masih bisa nego pula, sakit jiwa, kan,” ujar Vice President Marketing Bukalapak Bayu Syerli di Jakarta pada Senin (5/12/2016).

Selain untuk memfasilitasi pembeli untuk menawar harga dengan penjual, fitur negosiasi juga menurut Bayu diadakan untuk mempermudah penjual. Dulu fitur ini sebenarnya sudah ada di paltform Bukalapak. Namun, dengan cara menghubungkan pembeli dan penjual langsung untuk bernegosiasi, Bukalapak merasa harus ikut memfasilitasi. Pasalnya, banyak calon pembeli bertanya tapi kemudian tidak membeli. Kadang, si calon menghubungi kala si penjual tidak di tempat.

Sekarang, Bukalapak menawarkan fasilitas negosiasi dengan berbagai pembaruan. Bukalapak akan memfasilitasi negosiasi dengan membiarkan sistem menjawab langsung tawaran harga dari pembeli, bukan penjual langsung. Sehingga calon pembeli bisa menawarkan kapan pun. Bayu menjanjikan walau sistem yang menjawab, harga penawaran akan tetap menarik. Penjual atau biasa disebut pelapak juga tidak ribet untuk menangani satu-satu konsumen mereka.

Lalu bagaimana dengan harga yang ditawarkan oleh Bukalapak sesuai dengan keinginan pelapak? “Potongan diskon itu dari pelapak. Jika ada yang negosiasi, itu harga dari Bukalapak. Misal harga barang Rp1 juta diskon 80%, jadinya Rp 200 ribu. Nah, misal ada yang negosiasi harga lagi bisa, dan ternyata deal di harga Rp 150 ribu, uang masuk ke pelapak tetap Rp 200 ribu. Margin harga negosiasi disubsidi dari Bukalapak. Calon pembeli bisa negosiasi lewat fitur kami maksimal tiga kali,” ungkap Bayu.

Terkait soal pelapak yang ikut dalam festival Harbolnas, Bukalapak mengumpulkan para pelapak sebanyak mungkin dan mengajak mereka berpartisipasi dengan memberikan diskon. Dari sekitar 1,2 juta pelapak, ada ratusan ribu yang bersedia ikut dan memberikan diskon di tanggal 12 Desember 2016.

“Tidak sampai 500 ribu sih tapi jenis barangnya sudah mewakili banyak barang dijual di Bukalapak. Minimal diskon harus 10% maksimal 80%,” sambung Bayu lagi.

Jumlah barang dijual Bukalapak sendiri sudah mencapai 20 juta unit. Walau tidak semua pelapak ikut Harbolnas, fitur negosiasi bisa digunakan untuk semua barang karena nantinya fitur ini bisa digunakan reguler. Tidak hanya di tanggal 12, Bukalapak akan mengadakan festival Harbolnas sampai 14 Desember 2016.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top