Technology

Telkomsel Lancarkan Kampanye Selaras Visi Perusahan

Telkomsel Lancarkan Kampanye Selaras Visi Perusahan WhatsApp-Image-2017-03-09-at-16.52.04-1

Membuat sebuah kampanye yang sukses bukanlah pekerjaan mudah. Merek harus benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan dan menyampaikan pesan tersebut ke sasaran yang tepat agar kampanye berhasil. Inilah yang menjadi perhatian Telkomsel setiap menyelenggarakan berbagai kampanye, termasuk kampanye The NextDev.

Adita Irawati, Vice President Corporate Communication Telkomsel mengatakan, dalam menyelenggarakan The NextDev, pihaknya menyesuaikan dengan visi dari perusahaan. Ia mengatakan, Telkomsel telah bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi ke arah perusahaan digital. Untuk itu, Telkomsel ingin mengembangkan ekosistem DNA (Device, Network, dan Application) melalui penyelenggaraan The NextDev.

“Kami ingin mendorong muda mudi Indonesia untuk mengembangkan aplikasi. Kami mendorong startup memberikan solusi untuk smart city dan smart rural. Solusi yang coba dijawab ini berangkat dari isu-isu sosial yang terjadi di kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan maupun pedesaan,” kata Adita dalam acara WOW Brand Festive Day di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Dalam kompetisi ini, Telkomsel mendorong startup memanfaatkan teknologi dari berbagai pilar, yaitu Smart Economy, Smart Governance, Smart Environment, Smart Living untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk dengan tetap menjaga kesetaraan sosial. Pemenang dari The NextDev berhak mendapatkan hadiah 6M berupa Market Access, Marketing Publicity, Mentoring, Management Trip, dan Monetization.

“Kami memberi wadah bagi peserta yang berusia di bawah 30 tahun untuk mengikuti kompetisi ini. The NextDev sudah memasuki tahun ke dua.  Pada tahun 2015,  kami melakukan roadshow di 10 kota dan pada tahun 2016 kami menjangkau lebih dari 8.000 partisipan di 20 kota,” tambah Adita.

Adita menambahkan, startup-startup yang mengikuti The NextDev menawarkan berbagai solusi, seperti solusi pemerintahan, fesyen, agrikultur, hingga solusi pemberi pinjaman ke petani yang tak memiliki akses perbankan. Beberapa startup tersebut antara lain Tuntun, Habibi Garden, Juru Parkir, Kostoom, dan Angkuts.

“Kami berharap program ini berkelanjutan sehingga bisa mengembangkan eksosistem digital di Indonesia. Kami pun tidak ingin The NextDev hanya sebatas kompetisi dan berakhir setelah pemenang diumumkan. Tapi, kami ingin solusi yang mereka tawarkan dirasakan masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top