Transportation & Logistic

Pahala Nugraha Mansury Pimpin Garuda Indonesia

Pahala Nugraha Mansury Pimpin Garuda Indonesia
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Samsury sesaat setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia 2017

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), maskapai nasional Garuda Indonesia diputuskan pengangkatan Pahala Nugraha Mansury sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan Arif Wibowo .

Selain penunjukan Pahala Nugraha sebagai Direktur Utama, pada RUPST juga disepakati penggantian beberapa posisi di jajaran direktur Garuda Indonesia. Selain Arif Wibowo, beberapa nama yang diganti adalah Capt Novianto Herupratomo sebagai Direktur Operasi, Iwan Joeniarto sebagai Direktur Teknik & Teknologi Informasi, dan A. Toni Soetirto sebagai Direktur Niaga.

Dengan demikian, susunan direksi Garuda Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :

– Direktur Utama: Pahala Nugraha Mansury
– Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Helmi Imam Satriyono
– Direktur Layanan: Nicodemus P Lampe
– Direktur Produksi: Puji Nur Handayani
– Direktur Marketing dan Teknologi Informasi: Nina Sulistyowati
– Direktur SDM dan Umum: Linggarsari Suharo
– Direktur Kargo: Sigit Muhartono

“Kami akan berupaya sebaik mungkin membawa Garuda Indonesia sebagai maskapai kebanggaan bangsa untuk terus menorehkan kesuksesan di mata dunia,” papar Pahala.

Sementara itu Arif Wibowo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama menjabat sejak akhir 2014.

“Selama dua tahun memimpin Garuda Indonesia, sungguh suatu kepercayaan yang luar biasa bagi saya untuk bisa mengantarkan Garuda Indonesia seperti sekarang ini. Memang bukan hal yang mudah ditengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian dan kerasnya tantangan global yang mengelilingi industri penerbangan saat ini. Sama seperti filosofi “Sky Beyond” dan “Sincerity” yang telah menjadi pedoman kita bersama, saya berharap dan sangat percaya bahwa penunjukkan direksi Garuda Indonesia yang baru, tentunya akan membawa Garuda Indonesia terbang lebih tinggi,” jelas Arif.

Sepanjang tahun 2016, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia juga meningkat 9,89 persen menjadi 274.969 penerbangan dari total 249,974 penerbangan tahun 2015. Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan melakukan ekspansi jaringan penerbangan baik domestik maupun internasional.

Selama tahun 2016, Garuda Indonesia Group juga melakukan penambahan kapasitas penerbangan sebagai bagian dari program pengembangan revitalisasi armada dengan mendatangkan 17 pesawat.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top