Mshop-leaderboard-mobile
Finance

Hindari Push Selling, Strategi UOB Untuk Nasabah Kaya

Hindari Push Selling, Strategi UOB Untuk Nasabah Kaya UOB

PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) meluncurkan sebuah proposisi baru, yaitu Smart Risk Approach to Managing Your Wealth (Smart Risk). Strategi ini difokuskan untuk membantu nasabah UOB Privilege Banking mencapai tujuan keuangan mereka dengan memahami hubungan antara risiko dan imbal hasil investasi.

Melalui Smart Risk, UOB Indonesia berharap bisa membantu para nasabah dalam menumbuhkan kekayaan mereka tanpa perlu menghadapi risiko yang berlebihan. Melalui pendekatan ini, UOB Privilege Banking Client Advisor akan menginformasikan potensi risiko di awal percakapan dengan nasabah, yang kemudian diikuti informasi tentang imbal hasil. Hal ini demi memastikan para nasabah lebih memahami potensi risiko dan pertumbuhan dari produk yang akan mereka beli.

“Jadi melalui smart risk approach, kami menawarkan customer value proposition. Kami lebih transparan karena UOB ingin berbisnis untuk jangka panjang,” kata Iwan Satawidinata, Wakil Presiden Direktur UOB Indonesia.

Layanan ini akan diberikan bagi nasabah Privilege UOB Indonesia, yaitu mereka yang memiliki dana tabungan Rp 1 miliar ke atas. Saat ini, jumlah nasabah itu mencapai 21.000 dari total nasabah UOB Indonesia yang mencapai 160.000 orang.

Dalam menghadirkan layanan ini, UOB Indonesia bekerja sama dengan sejumlah lembaga asuransi dan manajer investasi, seperti Prudential, Schroders Indonesia, BNP Paribas, dan lainnya. Selain itu, UOB Indonesia juga akan menawarkan layanan yang terkoneksi dengan cabang mereka di Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Pendekatan pengelolaan portofolio keuangan ini sejalan dengan studi perilaku nasabah yang dilakukan oleh UOB, yang mengungkapkan bahwa sembilan dari sepuluh nasabah menengah-atas merasa bahwa sangat penting bagi bank untuk menginformasikan berbagai potensi risiko investasi yang mungkin terjadi terlebih dahulu, sebelum mempromosikan potensi imbal hasil. “Jadi, kami tidak akan push selling yang justru membuat nasabah rugi,” kata Iwan.

Most Popular








To Top