Grapeshot Leaderboard
Communication

Seperti Apa Mengelola Investasi Anda di Klub Sepakbola?

Klub Sepakbola Bali United (poster: Baliutd.com)

Beriklan di klub sepakbola semakin banyak digemari oleh para pemasar. Besarnya audiens dari sepakbola menjadi salah satu daya tarik. Namun, beriklan di sana akan sangat disayangkan jika tidak dikelola dengan tepat. Beriklan di klub sepakbola bukan lagi seperti era-era sebelumnya yang kerap dijadikan sekadar CSR. Investasi di sini pun tidak tergolong murah. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh para pemasar?

Salah satu brand yang aktif bermain di lanskap ini adalah Multistrada, salah satu produsen ban sepeda motor dan mobil. Ketika beriklan di beberapa klub sepakbola seperti PSG, Bali United, Persib Bandung, Arema Malang dan yang lainnya, Multistrada pun membuat berbagai kegiatan, seperti branding segala atribut mereka, aktivasi bersama diler, konsumen, dan masyarakat sekitar klub.

Misalnya saja dengan klub-klub asal Indonesia di atas, Mutlistrada membuat program bundling penjualan dengan voucher nonton langsung pertandingan klub rekanan mereka. Upaya ini cukup sulit di awal, khususnya saat meyakinkan para distributor mereka.

“Cara ini cukup efektif untuk meningkatkan penjualan kami, contohnya saat mendukung Arema Malang. Sebelum mendukung klub ini, pertumbuhan kami hanya 2.700 ban per bulan. Setelah mensponsori Arema, pada tahun pertama, pertumbuhannya naik sedikit sekitar 3.400-an per bulan karena memang belum ada kegiatan di sana. Sampai tahun 2017, penjualan kami per bulan lebih dari 9.000 buah ban untuk areal Malang saja,” Akhmad Nur Syamsu, Head of Brand Activation & Sport Activity PT Multistrada Arah Sarana Tbk (Multistrada).

Meski begitu, pria yang akrab disapa Achu ini juga mengatakan bahwa pihaknya masih kesulitan dan belum melakukan riset apakah produk mereka benar-benar dibeli karena mensponsori sebuah klub bola dan seperti apa positioning brand Multistrada di mata pecinta sepak bola. Tapi, hasil riset kecil-kecilan di lapangan secara random, brand awareness mereka diakui memang meningkat. Begitu juga di pasar Paris dan pasar dunia ketika brand mereka dikomunikaskan oleh klub PSG.

Saat ini, Multistrada sudah mengekspor ke-103 negara. Diantaranya di di Paris, Perancis yang dulunya  tidak pernah memasukkan produk ban. Awalnya, merek ini hanya mendistribusikan 70-80 ban di sana. Sekarang, di Paris, Multistrada jual sekitar 1.200 ban per bulan. “Di sisi lain, menurut beberapa distributor di pasar luar negeri, PSG bukan menjadi kanal yang paling mampu menaikkan penjualan mereka. Tapi mereka lebih senang program-program penjualan, seperti diskon, insentif toko serta insentif mekanik. Ini pertumbuhannya lebih cepat,” ujarnya.

Selain Multistrada, FWD Life dan Kapal Api yang juga aktif di aktivitas sports marketing. Keduanya pun punya kiat tersendiri dalam memaksimalkan investasi mereka. Kapal Api yang masuk ke klub Persebaya Surabaya, punya beberapa program aktivasi.

“Kami tahun lalu punya rangkaian acara Bonek Fair 2017. Di sini, kami mengajak para Bonek (fans dari Persebaya) untuk menunjukkan dukungan dan loyalitas mereka melalui kreativitas. Pada program ini kami menggelar Lomba Cipta Persebaya Anthem, Persebaya Experience, dan Bonek Fair bertajuk ‘Persebaya is Back’ sebagai puncak acara,” ujar Paulus I. Nugroho, Managing Director PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api).

Paulus melanjutkan, dalam memanfaatkan investasi mereka di Persebaya, bukan hanya program itu saja yang mereka kerahkan. Kanal above-the-line (ATL), below-the-line (BTL), dan digital juga dimaksimalkan. Misalnya saja membuat creative placement di TV saat mensponsori pertandingan Persebaya dengan membuat kuis, dan squeeze frame, branding stadion, hingga kegiatan digital, seperti augmented reality (AR) photo activity dan virtual reality (VR) games.

Hasilnya pun positif dan tingkat interaksi dengan fans sangat tinggi. Menjelang Bonek Fair saja, ada 400 anthem yang dikirimkan, 1.200 AR photos, dan diikuti lebih dari 17.000 ribu partisipan. Peningkatan ini termasuk market share untuk kopi Kapal Api.

Bisa dilihat, berawal dari beriklan di klub sepak bola, berbagai aktivitas turunannya pun bisa diolah brand. Dengan mendukung sport activity ini,FWD Life  bisa membangun brand awareness dan customer engagement. Tidak jarang, asuransi ini melindungi para penonton. “Kami juga menggelar program seperti meet and great pemain Persib dan berbagai aktivitas BTL lainnya,” kata Rudi Kamdani, Presiden Direktur FWD Life

Dengan cara itu, FWD ingin mendekatkan dengan apa yang menjadi ketertarikan masyarakat luas. “Upaya ini seiring dengan visi kami yang ingin mengubah cara pandang masyarakat soal asuransi,” tutup Rudi.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

MARKETEERS X

Most Popular








To Top