Mshop-leaderboard-mobile
Media

Mencari Peluang-Peluang Baru dalam AdAsia 2017

Setelah lebih dari 20 tahun, Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang AdAsia, kongres marketing dan periklanan terbesar di Asia yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Ajang AdAsia tahun ini akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 8-10 November 2017. Mengambil tema Globalizasian-Advancing New Possibilities, membuat AdAsia menjadi ajang yang tepat bagi para pemasar dan pelaku agency untuk saling bertukar pikiran.

Selama dua hari, AdAsia akan menghadirkan puluhan pembicara kelas dunia. Mulai dari Guy Kawasaki, David Coulthard, Charles Adler, Shelina Janmohamed, dan Azran Osman Rani. Tidak ketinggalan dalam AdAsia juga akan hadir sederetan pembicara lokal yang reputasinya tidak perlu ditanyakan lagi. Kofi Annan, mantan Sekretaris Jendral PBB dan penerima penghargaan Nobel Perdamaian Dunia, juga akan hadir sebagai pembicara dengan mengusung topik Positive Change. Topik ini mengacu pada bagaimana bisnis dapat menjadi bagian penting dalam sebuah perubahan positif.

Menurut Maya Watono, CEO Dwi Sapta sekaligus Head of Organizing Committe AdAsia 2017, Indonesia yang menjadi tuan rumah AdAsia merupakan negara Asia yang paling potensial terkait perkembangan industri iklan terbesar di Asia. Dengan lebih dari 8.000 merek yang aktif serta memiliki 400 perusahaan periklanan, peredaran uang setiap tahunnya di industri periklanan Indonesia mencapai kisaran Rp 120 triliun.

“Melalui AdAsia, kami dapat mempromosikan Indonesia ke dunia internasional, termasuk kemajuan besar dalam industri periklanan di Indonesia. Acara ini merupakan ajang showcase untuk Indonesia, baik dari sisi destinasi maupun bisnis. Target AdAsia menghadirkan 1.500 peserta dari 16 negara,” ujar Maya.

Indonesia terakhir menjadi tuan rumah AdAsia pada tahun 1995. Saat itu, AdAsia dibuka oleh Presiden Soeharto. Menurut Maya, kala itu penyelenggaraan AdAsia di Jakarta pada tahun 1995 merupakan penyelenggaraan AdAsia yang terbaik selama ini. Setelah lebih dari dua dekade, Maya berkeinginan AdAsia 2017 bisa mengulangi kesuksesan AdAsia 1995.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top