Technology

Apa Yang Dicari GDP Venture Ketika Menanamkan Modalnya di Startup?

Sebagai salah satu venture capital terbesar di Indonesia, GDP Venture memiliki sederet portofolio yang terlengkap. Mulai dari bisnis transportasi, e-commerce, kesehatan, media, dan hiburan sudah diisi oleh GDP Venture.

Bahkan, beberapa startup yang didanai oleh GDP Venture saat ini sudah menggunakan sabuk unicorn, salah satunya adalah Go-Jek. Sementara, di bidang e-commerce dan travel, GDP Venture memiliki portofolio di Blibli.com dan Tiket.com yang keduanya adalah salah satu merek top of mind di kategorinya masing-masing.

Namun, apakah GDP Venture menanamkan modalnya semata untuk bisnis dan keuntungan semata? Menurut Martin Hartono selaku CEO GDP Venture, dalam setiap investasi yang dilakukan, GDP Venture tidak selalu memikirkan dalam sisi bisnis dalam artian keuntungan.

Dalam ajang ICON 2018 di Jakarta, Selasa (13/11/2018), Martin menjelaskan bahwa tujuan utama GDP Venture adalah memberikan pengalaman baru kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan ketika berinvestasi di Blibli.com dan Tiket.com, GDP Venture berusaha untuk menghadirkan pengalaman yang menarik dalam bisnis ritel dan travel. “Good experience bukanlah tentang dot com,”tegas Martin.

Ketika berinvestasi di beberapa perusahaan media di Indonesia, menurut Martin GDP Venture mencoba memberikan pola pikir yang baik kepada negeri ini. Dalam artian berita yang disajikan adalah fakta dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sama halnya ketika GDP Venture memutuskan untuk berinvestasi di startup kesehatan Halodoc. Tujuannya adalah memberikan pengalaman terbaik dalam hal bidang kesehatan. GDP Venture juga menanamkan modalnya di beberapa startup yang berurusan dengan marketing dan teknologi. Baginya, apa yang dilakukan oleh GDP Venture adalan menghadirkan pengalaman good business kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Manurutnya, pola pikir memberikan pengalaman yang baik bisa diterapkan dalam seluruh industri. Sehingga GDP Venture mencoba untuk melebarkan portofolio investasinya ke seluruh sektor yang memang membutuhkan pengalaman terbaik bagi seluruh konsumennya. “Sekarang semuanya sudah melebur. Tidka ada batasan ketika Anda memiliki pola pikir yang benar,” tutup Martin.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top