Technology

Austrade Kolaborasikan Startup Asia Tenggara-Australia

Ilustrasi: 123RF

Landing Pad Komisi Perdagangan Australia  atau Austrade di Singapura secara resmi meluncurkan kelompok startup yang menjanjikan di Singapura. Pada acara yang dihadiri oleh Bruce Gosper, Komisaris Tinggi Australia untuk Singapura, delapan startup di bidang keamanan siber, fintech, dan teknologi SDM diperkenalkan di Singapura. Hal ini akan menjadi basis mereka saat menjalani program residensi selama 90 hari.

Para startup memiliki kesempatan untuk mempresentasikan program mereka di hadapan lebih dari 80 tamu yang terdiri dari investor, komunitas startup, para ahli, dan perusahaan yang sedang mencari potensi investasi dan pengembangan bisnis baru. Untuk kelompok startup ini, Austrade juga bermitra dengan Australian Cyber Security Growth Network (AustCyber), yang didukung oleh pemerintah Australia. Kedua badan ini berupaya bersama untuk mengurangi dan menghapus kejahatan siber di seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Taliessin Reaburn, Komisaris Perdagangan Austrade Singapura mengatakan landing Pad di Singapura sangat senang dapat menunjukkan kepada para startup apa yang ditawarkan oleh Singapura. Mereka akan dapat mengenal beragam budaya dan paparan praktik bisnis global, terutama dari Asia Tenggara. “Para startup ini juga akan terekspos kepada pengalaman investasi yang lebih maju dan ruang modal ventura, serta memiliki akses ke klien baru dan sumber pendapatan,” katanya seperti dikutip dari keterangan resmi Austrade.

Dengan menghubungkan para startup dengan investor, perusahaan, dan lembaga pemerintah, sambung Reaburn, Austrade membantu mempercepat pertumbuhan mereka di kancah internasional. Ia percaya startup Australia akan dapat menawarkan keahlian kelas dunia kepada Singapura dan kawasan ini.

Kelompok startup terakhir ini dibentuk karena kesuksesan kelompok-kelompok sebelumnya di mana 42% dari para startup ini sudah memiliki kantor cabang dan mempekerjakan tenaga kerja di Singapura. Melalui upaya Landing Pad dan Austrade, startup lulusan baru telah meluaskan pasar ke India, Indonesia, Nepal, Filipina dan Vietnam. Landing Pad tersebut membantu meningkatkan dana hingga sekitar 15,8 juta Dolar AS. Lebih dari 50 perjanjian kolaboratif telah terbentuk, termasuk salah satunya dengan badan pemerintah Singapura.

Program Landing Pad merupakan bagian dari Agenda Inovasi dan Sains Nasional Australia. Selain Singapura, Landing Pad beroperasi di empat lokasi utama: San Francisco, Tel Aviv, Shanghai, dan Berlin. Masing-masing Landing Pad membantu dan meningkatkan startup Australia yang siap beroperasi dalam mengakses beberapa ekosistem inovasi paling terkenal di dunia.

Lingkungan yang mendalam ini menyediakan sumber daya yang lengkap, lokakarya dan dukungan untuk memposisikan startup agar mengalami pertumbuhan yang cepat. Startup juga akan dapat memanfaatkan kekuatan dari semua 81 kantor Austrade di 48 pasar, jaringan bisnis dan investor, serta mitra strategisnya.

Samantha Mark, Manager Landing Pad untuk Singapura, mengatakan, peningkatan skala bisnis startup mengharuskan para pendiri untuk mengembangkan keterampilan pribadi dan bisnis baru, dan sering kali menantang pemikiran mereka dalam menjalankan bisnis. Ini memerlukan upaya menjangkau dan membangun koneksi di seluruh industri dan pasar, yang mana hal ini bisa jadi menantang saat mereka berusaha menembus pasar baru.

“Kami sangat gembira melihat kekayaan pengetahuan dan jaringan yang telah diperoleh kelompok startup kami di masa lalu dan yakin bahwa kelompok startup ini akan mendapat manfaat dari program ini seperti yang sudah terjadi sebelumnya,” pungkas Mark.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top