Mshop-leaderboard-mobile
Finance

Bangun Engagement, Asuransi Astra Bikin Aplikasi Digital

Aplikasi Digital Asuransi Astra
Lusi Liesdiani, SVP Digital Channel Asuransi Astra

Pasar asuransi di Indonesia amat ketat. Selain banyak pemain yang berkecimpung di dalamnya, kesadaran masyarakat akan layanan asuransi juga masih rendah. Hal ini dirasakan betul oleh layanan asuransi kendaraan, Asuransi Astra.

Lusi Liesdiani selaku SVP Digital Channel Asuransi Astra menilai interaksi antara nasabah dengan perusahaan asuransi amat terbatas. Ia menbandingkan interaksi tersebut dengan interaksi antara nasabah dengan perbankan.

“Asuransi mobil saja, kebanyakan nasabah membeli asuransi kendaraan tidak datang ke kantor asuransi. Mereka membeli asuransi tepat saat membeli kendaraan. Jadi, mereka belinya di diler kendaraan,” ujar Lusi di Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Baginya, interaksi baru terjadi ketika nasabah melakukan proses klaim. Ia menyadari betul bahwa saat ini kebanyakan nasabah mengingkan sesuatu yang cepat dan mudah. Hal ini lantas dijawab oleh Asuransi Astra dengan masuk ke ranah digital.

“Aplikasi digital yang kami ciptakan dan tawarkan ini untuk menambah pengalaman konsumen. Bukan berarti kami pindah ke digital, bisnis kami masih membutuhkan interaksi manusia secara langsung,” tambahnya.

Aplikasi yang ditawarkan oleh Asuransi Astra tidak semata memberikan informasi terkait asuransi, namun juga mengingatkan tentang kondisi kendaraan, kapan harus memperpanjang surat kendaraan, dan kapan harus menservis kendaraan.

“Di digital, kami ingin┬ámenambah engagement dengan nasabah. Bukan berati kami menggantikan bisnis konvensional. Adanya aplikasi digital membantu interaksi dan engagement kami kepada nasabah,” katanya.

Asuransi Astra menilai setelah penerapan aplikasi digital, interaksi yang terjadi menjadi lebih mudah dan interaktif kepada para nasabahnya. “Kami membangun interaksi baru kepada nasabah kami. Proses yang tadinya lama menjadi lebih cepat. Ini melengkapi bisnis konvensional kami, tidak akan pernah me-replace bisnis konvensional,” pungkas Lusi.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top