Consumer Goods

Berjiwa Entrepreneur, Slank Rambah Dunia Kopi

Photo Credits: Marketeers

Siapa yang tak mengenal Slank? Grup musik legendaris yang telah bergulit di industri musik tanah air sejak 35 tahun lalu kini memanfaatkan kekuatan brand mereka ke ranah bisnis lain. Kini, Slank merambah dunia kopi dengan meluncurkan brand SlanKopi. Cara berbisnis yang dilakukan pun terbilang unik, seperti apa?

Kecintaan Slank terhadap kopi diakui Vokalis Slank Kaka mendasari mereka untuk memilih kopi sebagai gelutan bisnis mereka kini. “Sudah sejak dulu kami benar-benar suka minum kopi. Lagu-lagu tentang kopi pun tak sedikit kami ciptakan. Melalui terobosan SlanKopi, kami ingin melestarikan kopi Indonesia, membuka lapangan pekerjaan baru, sekaligus menyajikan kopi yang benar-benar kopi bagi para pecinta kopi,” kata Kaka di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Bisnis SlanKopi dijelaskan Richard, Tim Manajamen SlanKopi dilakukan dalam beberapa terobosan, antara lain SlanKopi in PaperCup, SlanKopi in the Box, dan SlanKopi in the Coffee Truck.

SlanKopi in PaperCup menurut Richard merupakan produk 100% kopi campuran Arabica dan Robusta yang disebut dengan istilah Kopi Ceban.

“Kami rasa ceban (Rp 10 ribu) adalah harga yang paling pas untuk orang Indonesia. Kami tidak mau menyajikan kopi Rp 2 ribu namun dengan bahan-bahan yang kopinya hanya 10%, dan sisanya merupakan campuran gula, jagung, dan lain-lain,” ungkap Richard.

Tidak hanya itu, Slank pun dikatakan Richard mencoba membuka peluang bisnis baru melalui SlanKopi in the Box dan SlanKopi in the Coffee Truck.

Dengan modal sebesar Rp 2 juta, Richard mengatakan para pemula bisnis dapat memperoleh SlanKopi in the Box yang terdiri dari 13 peralatan untuk memulai membuka bisnis kopi. Spanduk, x-banner, cup, produk SlanKopi, celemek, dan berbagai bahan lain tersedia. Richard mengatakan, pemula bisnis hanya perlu menyediakan tempat berwirausaha dan air panas untuk membuat kopi.

Sementara SlanKopi in the Coffee Truck dapat dibeli para pemula usaha tanpa sistem bagi hasil (royalty). “Mereka hanya perlu ambil kopi dari kami (SlanKopi) dengan harga Rp 7 ribu, mereka bisa menjual kopi itu dengan harga Rp 10 ribu. Ada Rp 3 ribu margin yang bisa diambil,” kata Richard. Ke depan, Richard menambahkan, SlanKopi pun akan menggarap lini high end melalui kedai kopi yang lebih profesional.

“Namanya peace coffee, namun masih kami dalami jadi bisa berubah. Yang jelas ini lebih profesional, kami akan menggunakan mesin kopi,” ujar Richard.

Slank Manfaatkan Ribuan Fans Club

Berbicara soal strategi bisnis, Richard mengatakan Slank tak banyak kesulitan. Pasalnya, brand yang kuat dari Slank dengan ribuan fans club yang tersebar akan membantu mereka dalam mengembangkan bisnis ini.

“Strateginya simple. Slank punya ribuan fans club. Kalau kami pilih 100 saja fans club terbaik yang profesional dan meminta bantuan untuk membawa 10 box coffee in the box, maka kami sudah dapat menjangkau kemana-mana,” jelas Richard. SlanKopi pun menargetkan, mereka akan menjangkau 1.000 SlanKopi di berbagai daerah di Indonesia.

Langkah Slank ini mendapat tanggapan dari ahli pemasaran sekaligus Excecutive Chairman of MarkPlus Inc. Hermawan Kartajaya, “kalau sekadar profesional itu mikirnya hanya jangka pendek. Sementara seorang entrepreneur berpikir jangka panjang. Ini alasan mengapa sekadar jadi profesional saja tidak bisa,” kata Hermawan.

Perihal 1.000 titik kopi yang ditargetkan Slank, Hermawan berpendapat, lebih baik menjadi kecil namun kuat dan banyak. Pasalnya, ia meyakini dari 1.000 titik kopi yang ada nanti, setengah diantaranya akan tumbuh menjadi menengah, dan sebagian lain berpotensi tumbuh besar.

“Tidak apa-apa kecil, yang penting kuat. brand harus selalu berhati-hati dan konsisten kalau mau berhasil,” terang Hermawan.

Saat ini, produk SlanKopi ini dapat diperoleh di Tokopedia, Blibli.com, dan berbagai e-commerce lain.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top