Finance

BFI Finance Selalu Bangun Kedekatan dengan Konsumen

www.123rf.com

Tahun ini, kompetisi di industri pembiayaan terasa semakin ketat. Mengingat, pertumbuhan di industri otomotif yang menjadi pasar utama industri ini belum terlalu menggembirakan. Tentunya, untuk bisa mengambil kue di industri ini, pemain perlu memiliki diferensiasi yang kuat.

Salah satu pemain di industri ini adalah BFI Finance Indonesia (BFI) yang tahun ini mengalami pertumbuhan di saat pasar sedang lesu. Hingga kuartal ketiga tahun ini, laba bersi BFI tumbuh cukup signifikan, sebesar 52%, menjadi Rp 842 miliar. Pangsa pasar BFI juga meningkat dari 2,9% di kuartal ketiga 2016, menjadi 3,5% di periode yang sama tahun ini. Terjadi kenaikan 20% percentage point dalam periode 12 bulan. Sementara total aset BFI juga mengalami pertumbuhan sebesar 18,9% menjadi Rp 15,9 triliun.

Bagaimana cara BFI bisa meraih pertumbuhan ini? Francis Lay Sioe Ho, President Director & CEO PT BFI Finance Indonesia Tbk, mengatakan BFI memosisikan dirinya sebagai perusahaan pembiayaan yang dekat dengan konsumen, memiliki proses yang cepat, transparan dan terpercaya. “Selain itu, kami tidak mau terjebak dalam persaingan yang semata-mata mengandalkan bunga murah,” tambahnya.

Sekarang ini, BFI memiliki sekitar 320 outlet yang ada di hampir seluruh penjuru Nusantara. Dengan jumlah jaringan ini, perusahaan ini mampu menjangkau konsumen secara langsung. Tentu pula, dengan menjalin kerja sama dengan para diler otomotif. Namun, jalur offline saja tidaklah cukup untuk bisa memenangi pertarungan di era teknologi ini.

Ada beragam terobosan yang telah dilakukan BFI, antra lain penggunaan telemarketing dan telesales dalam menawarkan pembiayaaan ke existing customer. Cara ini terbilang inovatif di industri pembiayaaan. Selain itu, BFI juga menggandeng agen pemasaran dalam memasarkan produk pembiayaan. Jalur keagenannya pun menggunakan tradisional dan digital.

Berkat segala strategi ini, target kucuran dana dari BFI Finance bisa melebihi target. Tahun ini, target kucuran dana pembiayaan untuk 2017 mencapai Rp 13 triliun. Hingga Septemper 2017 atau kuartal ketiga, pembiayaan yang telah tersalurkan di angka Rp 10,3 triliun atau sebesar 79% dari budget tahunan. “Kami optimistis, hingga akhir tahun, total pembiayaan baru yang disalurkan akan mencapai Rp 14 triliun,” kata Francis.

Ia menambahkan, perusahaan akan tumbuh sehat apabila didukung oleh karyawan yang memiliki budaya korporasi yang sesuai serta didukung oleh motivasi dan ambisi untuk terus maju dan berkembang. “Inovasi, passion, dan agility adalah modal untuk membawa perusahaan untuk terus kompetitif,” pungkasnya.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top