Mshop-leaderboard-mobile
Government & Public Services

Bidik Adipura, Ini yang Dilakukan Sang Arsitek Kota Bandung

Bidik Adipura, Ini yang Dilakukan Sang Arsitek Kota Bandung nCBeMw_ridwan20kamil20marketeers
Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung

Di bawah Sang Arsitek Ridwan Kamil, Kota Bandung telah membawa pulang piala Adipura Kirana yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Adipura Kirana merupakan penghargaan yang penilaiannya dititikberatkan pada kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan, pariwisata, dan investasi yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup. Bertekad melanjutkan pencapaian tahun sebelumnya, Ridwan yang akrab disapa dengan sebutan kang Emil langsung mengerahkan beberapa program yang dibawa untuk penjurian Adipura tahun ini.

“Tahun ini, kami membawa beberapa program terkait dengan kelestarian lingkungan. Pertama, saya bawa program (izin mendirikan bangunan) IMB Green Building. Isinya, pemerintah kota Bandung tidak akan memberikan IMB kepada bangunan yang tidak menerapkan konsep green building yang terdiri dari tiga tingkatan,” jelas Kang Emil, di sela-sela penjurian Adipura 2016-2017 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (7/6/2017)

Emil melanjutkan bahwa jika ada bangunan yang tidak memenuhi syarat dari green building untuk mengurangi konsumsi energi, emisi CO2, dan konsumsi air dari gedung bangunan, tidak akan diberikan IMB-nya. Peraturan yang diterbitkan tahun lalu ini sejalan dengan upaya Kota Bandung untuk menjadi salah satu kota pintar yang ramah lingkungan dan memiliki warga dengan kualitas hidup yang tinggi.

“Apabila seluruh ketentuan diterapkan, maka ditargetkan pada lima tahun ke depan kota Bandung dapat menghemat penggunaan listrik hingga 25%, dan air hingga 40%,” kata Emil.

Kedua, Emil telah mendigitalisasi sistem bank sampah mereka. Jadi, warga Bandung bisa menukarkan sampah dengan sembilan bahan pokok (sembako), seperti beras, gula, atau minyak melalui perangkat ponsel. Konsep ini sebenarnya sudah diterapkan beberapa tahun lalu. Namun bedanya, saat ini sudah tidak menggunakan kupon yang digantikan dengan ponsel.

“Sebagai merek, upaya yang kami lakukan ini bertujuan agar┬áBandung dikenal sebagai kota kreatif yang mampu memberikan seluruh warna dari semua aspek pembangunannya,” tutup Emil.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top