Technology

Bisnis Harus Mampu Integrasikan Paradoks

Banyak yang bilang dunia saat ini sedang mengalami disrupsi di aneka bidang. Hal ini memunculkan pesimisme dan ketakutan di banyak kalangan. Tapi, di tengah kondisi seperti itu, membangun optimisme menjadi langkah penting di era sekarang agar tidak tenggelam dalam arus zaman. Hal ini disampaikan oleh Hermawan Kartajaya, Founder dan Chairman MarkPlus, Inc. dalam forum Innovation Network of Asia (INA) di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Salah satu membangun optimisme adalah mengelola paradoks yang terjadi di era sekarang. “Bisnis saat ini harus mampu menerapkan strategi OMNI. Mereka harus memiliki profesionalisme sekaligus entrepreneurship, kaizen sekaligus innovation, productivity dan creativity, management sekaligus leadership,” ujar Hermawan.

Hermawan bilang, mungkin mesin akan mendominasi kehidupan manusia di masa depan. Tapi, mesin tetap membutuhkan manusia. Manusia tetap menjadi kunci utama. Teknologi secanggih apa pun, sambung Hermawan, harus mengabdi pada kebaikan atau populer disebut tech for good. Manusia membutuhkan mesin untuk menganalisis. Mesin membutuhkan manusia untuk wisdom.

Pada level manusia, konsep OMNI pun sangat relevan. Bagi Hermawan, manusia-manusia sekarang harus bisa mengintegrasikan elemen-elemen tadi. Banyak startup yang kreatif dan inovatif, tapi sering melupakan management dan leadership.

“Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mengintegrasikan paradoks. Dengan ini, Anda tak hanya akan survive di masa depan, tetapi juga bisa memenangi pasar. Jadilah OMNI Human,” pungkas Hermawan.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top