Consumer Goods

Campina Bertekad Jadi Brand Es Krim di Segala Musim

es krim
Photo Credit: NBC New York

Musim penghujan yang terjadi hampir sepanjang hari pada tahun 2016, memberikan pengaruh pada bisnis es krim, kudapan yang cocok disantap pada musim tropis. Akan tetapi, bagi Campina, inovasi lah yang membuat mereka dapat bertahan.

Tahun lalu, perusahaan asal Surabaya yang didirikan pada tahun 1972 ini menghadirkan inovasi terbaru berupa Concerto Bold dengan dua varian rasa, Strawberry Cookies dan Tiramisu Cookies.

Tak hanya rasa, inovasi juga dilakukan Campina dari sisi kemasan, yang mana tutup kertas yang menutupi es krim diganti dengan tutup plastik, sehingga lebih aman dan higienis.

Selaras dalam peluncurannya itu, Campina melakukan kampanye digital bertajuk Fun Mate, yang tujuannya untuk mengajak animo anak muda mencoba produk baru, sekaligus memperkuat merek Concerto sebagai mereknya anak muda. Ini adalah salah satu cara yang dilakukan Campina untuk branding di dunia digital.

National Sales Manager PT Campina Indonesia Adji Andjono mengatakan, pertumbuhan penjualan es krim di-trigger oleh inovasi rasa baru. Sehingga, selalu ada alasan seseorang untuk membeli. Apalagi, makanan yang terbuat dari susu ini bukan lah makanan pokok, melainkan makanan tersier.

“Karena itu, es krim sangat tergantung disposable income masyarakat. Jadi, faktor ekonomi justru yang mempengaruhi pertumbuhan es krim ketimbang iklim,” katanya kepada Marketeers melalui sambungan telepon.

Agar mereknya terus diadvokasi oleh konsumen, availability dan visibility itu penting bagi Campina. Begitupun dengan kualitas, yang menurut Adji, unggul ketimbang kompetitor. Karena bujet promosi tak sebesar kompetitor, Campina dapat menekan harga es krimnya di level konsumen kian terjangkau.

Adji menuturkan, tahun ini, pasar es krim akan semakin bergairah berkat kedatangan pemain baru. Salah satunya Glico Wings, perusahaan joint venture antara Wings Group dan produsen es krim asal Jepang Glico.

“Ini membuktikan bahwa potensi es krim untuk tumbuh itu besar. Catatan kami, 50% penduduk Indonesia berusia 40 tahun ke bawah, ini market yang besar,” tegasnya.

Adji mengaku, tahun lalu, pertumbuhan sales Campina mencapai 10%. Tahun ini, ia harap bisa mencetak pertumbuhan double digit. Pangsa Pasar Campina pun mencapai 20%, berada di dua besar di bawah Wall’s.

Awal tahun ini, Campina juga meluncurkan produk baru untuk anak-anak, yaitu Happy Cow. Merek baru ini diciptakan untuk memperbesar kategori anak-anak yang berkontribusi paling besar, yaitu sekitar 50% dari total penjualan es krim Campina. Sisanya, terbagi hampir sama rata antara kategori es krim remaja dan es krim dewasa.

Most Popular








To Top