Finance

Catatan Kinerja BFI Finance di Industri Pembiayaan Sepanjang 2018

Ilustrasi: 123rf

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup tahun buku 2018 dengan pencapaian kinerja positif. Berbagai kondisi seperti pengetatan likuiditas perbankan, kenaikan tingkat suku bunga, serta menurunnya kepercayaan perbankan sebagai imbas dari beberapa kasus kredit macet yang melibatkan perusahaan pembiayaan harus dihadapi para pemain.

Tahun lalu, industri juga harus menghadapi kenaikan FFR (Federal Fund Rate) sebanyak empat kali yang berimplikasi pada pelemahan mata uang serta capital flight dari emerging market termasuk Indonesia dan pengetatan likuiditas perbankan serta kenaikan tingkat bunga.

Selama 2018, BFI mencatatkan kenaikan piutang bersih pembiayaan sebesar 14% menjadi Rp 17,3 triliun. Peningkatan ini di atas pertumbuhan industri pembiayaan yang tumbuh sebesar 5,2% pada periode sama. “Beragam kondisi eksternal khususnya pada semester II-2018 cukup menantang untuk kami dapat tetap tumbuh secara sehat,” kata Sudjono, Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance dalam siaran resminya.

Di tengah kondisi tersebut, BFI juga berhasil mencatat kenaikan aset pada 2018 yang mencapai Rp 19,1 triliun atau meningkat sebesar 16% dibanding periode serupa yang sebesar Rp 16,5 triliun. Pertumbuhan piutang dan aset yang positif ini juga berdampak pada pendapatan sebesar 24% menjadi Rp 5 triliun, sementara itu laba bersih juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 24% yoy (year on year) menjadi Rp 1,47 triliun.

Kepercayaan dan dukungan konsumen, investor, mitra bisnis, dan stakeholder lainnya menjadi bukti BFI Finance mampu menjawab dinamika dan tantangan bisnis dari tahun ke tahun. Salah satunya tercermin pada rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang tetap terjaga di angka 1,2%, jauh lebih baik dibanding tingkat NPF Industri Keuangan Non Bank yang berada pada level 2,7% -menurut data Statistik Lembaga Pembiayaan OJK Desember 2018.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan pengembangan produk untuk menjangkau konsumen-konsumen baru, di antaranya lewat produk syariah, lifestyle product (leisure), dan edukasi, serta bekerjasama dengan beberapa perusahaan digital dalam memasarkan produk BFI Finance,” ujar Sutadi, Business Director BFI Finance.

Dengan optimisme menjalani 2018, BFI Finance akan terus menjalankan bisnis dengan berpedoman pada akuntabilitas dan menjunjung tinggi profesionalisme. Upaya ini juga akan didukung oleh jumlah outlet BFI yang sampai Desember lalu berjumlah 401 kantor pemasaran, di luar 22 kantor cabang pemasaran BFI Syariah.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X

Most Popular








To Top