SMEMBA 2018 Leaderboard
Technology

Clash of Clans Kini Dimiliki Tiongkok

Anda penggemar game mobile Clash of Clans? Aplikasi asal Finlandia itu memang nge-hits dalam beberapa tahun terakhir karena dimainkan jutaan orang di seluruh dunia. Bahkan, kampanyenya pun dibintangi oleh aktor sekelas Liam Neeson. Tapi, game strategi unik itu kini bukan lagi milik negara dingin di Eropa tersebut, tetapi telah pindah kewarganegaraan ke salah satu pusat ekonomi dunia, Tiongkok.

Clash of Clans sejatinya merupakan game kreasi studio Supercell. Namun, setelah lama dirumorkan akan dibeli oleh salah satu raksasa Negeri Tirai Bambu, Supercel akhirnya menjual saham mayoritas mereka ke perusahaan teknologi Tencent. Artinya perusahaan Tiongkok yang terkenal berkat aplikasi messaging WeChat itu bisa dikatakan telah memiliki Supercell.

Mereka harus membayar sebanyak US$8,6 miliar untuk mengakuisisi sebanyak 84% saham Supercell dari pemilik terdahulu Softbank. Dengan valuasi itu Supercell memiliki nilai jual US$10,2 miliar. Gerakan Tencent ini rupanya merupakan yang kesekian kalinya di bisnis game. Sebelumnya mereka sudah memiliki Riot Games sebagai pembuat League of Legends. Masih ada juga saham minoritas di Epic Games pembuat Gears of War. Di Activision Blizzard pun mereka punya saham.

Dilansir dari Tech In Asia, salah satu perjanjian antara Tencent dan Supercell adalah Tencent tidak akan menjual saham Supercell ke publik alias IPO. “Lebih baik kami tetap memiliki spirit sebagai perusahaan dengan ukuran kecil dengan kultur unik dibanding menjadi perusahaan publik yang mana kami harus menghadapi tekanan pasar untuk jangka pendek,” ujar pendiri Supercell Ilkka Paananen.

Markas Supercell tidak lantas pindah ke Tiongkok,  tetap di Helsinki. Para pegawai mereka pun akan tetap memiliki saham di perusahaan dan bisa dijual sewaktu-waktu kepada Tencent. Sementara di satu sisi, SofBank tidak akan memiliki lagi saham sedikit pun di Supercell. Mereka pertama kali membeli saham sebanyak 51% pada Oktober 2013 dengan harga US$1,53 miliar. Tidak lama persentasenya bertambah menjadi 73,2% pada pertengahan 2015 tanpa disebutkan berapa nilainya.

Tidak hanya Clash of Clans, Supercell juga adalah studio dibalik suksesnya game Clash Royale. Apakah Clash of  Clans tetap sukses di tangan Tiongkok? Kita lihat saja nanti.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X

Most Popular








To Top