Retail & Property

Dafam Tertarik Berbisnis e-Learning Bidang Perhotelan

Operator hotel Dafam Hotel Management (DHM) akan berkonsentrasi pada digitalisasi usaha dalam upaya mengatasi disrupsi yang tengah terjadi di industri perhotelan. Perusahaan mengakui bahwa landscape perhotelan sudah terkena dampak dari model bisnis baru jaringan hotel online seperti AirBnB.

“Kami tidak akan masuk ke kanal penjualan seperti Online Travel Agent (OTA). Saya tantang DHM untuk melakukan manajemen hotel secara lebih digital,” papar Billy Dahlan, Presiden Direktur PT Dafam Property Indonesia Tbk di Bali, Sabtu, (24/11/2018).

Ia bilang, selama lima tahun terakhir, pertumbuhan hotel cukup pesat, khususnya di kota-kota besar. Bisnis di Indonesia yang terus berkembang mendorong hadirnya akomodasi hotel-hotel baru. Namun, kerap kali, masalah umum yang terjadi adalah Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang perhotelan tak sebanyak yang diaharapkan.

Karena itu, perusahaan berpikir untuk menerapkan pembelajaran secara daring atau e-learning kepada para SDM di bidang perhotelan. Ini dilakukan selain memperoleh SDM andal, juga meminimalisir SDM karbitan.

“Kami tengah menggodok bagaimana mempercepat e-learning untuk SDM bidang hotel, restoran, dan kafe,” kata dia.

Menurut Billy, pada dasarnya, manajemen hotel adalah bisnis repetitif. Artinya, alur kerja yang dilakukan sedikit-banyak tidak mengalami perubahan hari ke hari. Nah, Dafam berencana untuk mentransformasi hal-hal repetitif itu menjadi ke dalam sebuah sistem digital.

“Sebagai hotel operator, kami lebih mengarah untuk membuat sistem digital ketimbang bertekad menjadi operator hotel terbesar di Indonesia,” ujar pengusaha asal Pekalongan ini.

Sebelumnya, perusahaan telah merilis Dafam Learning Center, pusat pelatihan dan pengembangan bagi para manager dan supervisor yang bekerja di hotel-hotel yang dikelola Dafam maupun hotel-hotel lainnya. Akan tetapi, pelatihan tatap muka seperti itu tidak bisa merangkul banyak kalangan.

“Karena itu, e-learning di bidang hospitality amat diperlukan untuk memfasilitasi mereka yang ingin menambah skills, tanpa harus mengorbankan waktu,” ujar Billy.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top