Technology

Seberapa Yakin Dell Rilis Laptop Gaming Di Atas Rp10 Jutaan?

Dell
Kredit foto: Jaka Perdana - Marketeers

Pasar PC sudah bukan rahasia lagi memang mengalami penurunan. Faktor utamanya tentu saja kehadiran perangkat lebih ringkas bernama smartphone. Dan trennya adalah masyarkat terutama di Indonesia bisa mengganti PC, termasuk notebook, empat sampai lima tahun sekali.

Namun brand PC Dell rupanya masih memiliki keyakinan akan perangkat PC. Mereka resmi merilis perangkat yang diposisikan untuk gaming yaitu Inspiron 15 seri 7567 di Indonesia. “Kenapa gaming? Karena justru pasar yang sedang berkembang secara global itu notebook untuk gaming, terutama di Asia Pasifik,” ujar Consumer Country Director Dell Indonesia Martin Wibisono di Jakarta pada Selasa (4/4) 2017.

Dan perangkat gaming tersebut bukan untuk yang kasual saja, namun juga high end. Wajar saja, perangkat gaming membutuhkan spesifikasi tinggi sehingga secara umum biasanya lebih mahal dibanding perangkat notebook untuk keperluan produktif. Menurut Martin mengutip data dari firma riset Jon Peddle Research, perangkat gaming berstatus high end justru menguasai pasar global sebesar 43%. Sisanya notebook kelas menengah dan entry level.

Ia menuturkan bahwa notebook gaming secara global pertumbuhannya menggembirakan, eksponensial. Diperkirakan pada akhir 2018 nilainya secara global menyentuh US$35 miliar pada akhir 2018. Selain alasan secara global, Martin juga melihat Indonesia terkena imbas positif industri gaming.

Nilai pasar Indonesia di kawasan Asia Tenggara saja berada di posisi kedua setelah Thailand sebesar US$465 juta tahun ini. Sementara dari sisi pemasukan, industri game bisa menghasilkan US$842,8 juta. Dari nilai tersebut, memang sebagian besar pemasukan atau revenue akan terdistribusikan ke sektor mobile sebesar US$542,4 juta. Namun sisanya yang sekitar US$300 jutaan mengalir ke sektor PC. Untuk industri yang sedang menurun, angka itu tentu saja besar.

“Dari angka saja sudah potensial. Belum lagi developer game di Indonesia bisa mencapai lebih dari 150. Data lain menunjukan bahwa dari daftar 20 negara dengan angka pasar gaming terbesar di dunia, Indonesia ada di posisi 17 dengan US$704,4 juta pada 2016 lalu,” sambung Martin.

Ia percaya bahwa dengan data-data tersebut, bukan hanya Dell saja yang tertarik untuk lebih dalam menggarap pasar notebook gaming. Pasarnya sudah ada. Maka tidak heran Dell Indonesia sangat yakin dengan kehadiran perangkat terbaru dengan banderok Rp12.599.000 tersebut. Dari sisi notebook, harga tersebut termasuk kategori premium. Namun Martin menyatakan bahwa untuk kategori notebook gaming, harga tersebut masih terbilang affordable.

Karena pada dasarnya produk gaming yang memang diperuntukan bagi seorang maniak game bisa dibanderol di atas Rp10 jutaan. Tentu saja dengan spesifikasi lebih tinggi lagi. Di varian harga sangat premium tersebut Dell sudah punya portofolio dengan brand Alienware. Maka untuk segmen affordable gaming yang masih kosong, Dell memasukan Inspiron 15.

Walau affordable, perangkat gaming tersebut tentu saja dibekali spesifikasi tinggi. Inspiron 15 dibenamkan prosesor Core i7 dengan layar 15 inci. Sementara kartu grafisnya hadir dengan jenis GeForce GTX. Penyimpanannya diberi beberapa pilihan, di mana konsumen bisa memilih sampai kapasitas 1TB. Untuk warnanya konsumen Indonesia bisa memilih antara warna hitam atau merah.

“Selain itu notebook ini spare part-nya bisa diganti dan ditambah sesuai kebutuhan pengguna. Baut bawahnya bisa dibuka dan jeroannya bisa dibongkar pasang semisal mau menambah kapasitas penyimpanan atau RAM. Saya jamin game-game terbaru dengan permintaan grafis tinggi bisa dimainkan di sini,” tutup Martin.

Most Popular








To Top