Retail & Property

#DijaminOri Menjadi Anchor Brand Positioning JD.ID

Penetrasi e-commerce pada total industri ritel di Indonesia masih minim, sekitar 2% saja. Namun begitu, pertumbuhan bisnis e-dagang ini terus meningkat dengan pesat setiap tahun. Morgan Stanley memprediksi tingkat penetrasi e-dagang terhadap total value industri ritel di negara ini bisa mencapai 19% pada tahun 2027.

Melihat rendahnya penetrasi dan potensi bisnis e-dagang di masa depan, masih terbuka peluang untuk pemain baru masuk di bisnis ini. Namun, dengan terus bermunculannya situs-situs e-dagang, tentunya persaingan pun semakin ketat di bisnis ini. Para pemain di bisnis ini pun harus pintar dalam menarik konsumen. Apalagi, di dunia e-dagang ini boleh dibilang tidak ada loyalitas konsumen ke satu e-dagang saja.

Konsumen hanya loyal harga yang paling murah. Tapi, selain mencari harga yang lebih murah, konsumen Indonesia sudah pasti suka pada barang asli alias orisinal. Apalagi, sudah murah juga orisinal, inilah impian semua orang saat berbelanja.

Sejauh ini, memberi harga miring, setidaknya lebih murah dibanding toko offline, telah menjadi strategi semua e-dagang. Tapi, yang menjamin memberikan produk orisinal atau ori hanya sedikit yang melakukannya. Salah satunya adalah e-dagang JD.ID yang memilki kampanye di dunia digital dengan tema “DijaminOri”.

“JD.ID hadir untuk jangka panjang di sini dan bisnis e-commerce ini bukan sekedar berjualan barang, tapi menjual kepercayaan dan layanan. Tentu saja dengan komitmen menyediakan barang yang asli dan berkualitas ini akan menjadi pilihan terbaik bagi para pelanggan kami untuk selalu memlih JD.ID,” kata Teddy Arifianto, Head of Corp.Communications & Public Affairs PT Jingdong Indonesia Pertama (JD.ID).

Menurutnya, kampanye “DijaminORi” dimulai sejak September tahun 2017 lalu di kanal Youtube. Dan, masih digulirkan hingga hari ini sebagai anchor campaign yang melandasi unique brand positioning perusahaan. Kampanye “DijaminOri” rencananya akan digelar selama setahun. Namun, sepertinya tema ini akan terus menjadi payung dari kampanye digital JD.ID.

“Dalam perkembangannya kampanye ini telah menjadi semacam anchor brand positioning dari e-dagang ini. “Jadi, ke depannya memang akan banyak kampanye kreatif lain yang digelar namun, ‘Dijamin Ori’ menjadi sebagai landasan dasar untuk pengembangan selanjutnya,” jelasnya.

Setidaknya sudah ada tiga produk yang menjadi topik utama dalam kampanye “DijaminOri”. Ketiga produk tersebut, popok, smartphone, dan laptop. Menurut Teddy, ketiga produk tersebut masuk dalam produk kategori yang paling dicari di JD.ID.  Di sisi lain, juga merupakan tipe barang yang paling rentan dari sisi konsumen untuk mendapat barang yang asli. “Dengan barang yang asli, maka ketenangan pikiran dan kepercayaan konsumen dapat kami bangun dan jaga,” ungkap Teddy.

Biasanya untuk satu video, proses pengerjaannya kurang lebih selama 2 bulan. Dalam pembuatan ini, secara konsep kreatifnya berada di tangan tim JD.ID. Pihak luar atau agency iklan membantu dalam proses produksi saja.  Meski begitu, tim JD.ID tetap membuka masukan dari agency.

Berapa porsi biaya promosi yang dikeluarkan JD.ID untuk kampanye digital? Menurut Teddy, hingga saat ini, 50% pengeluaran untuk branding dan promosi disalurkan ke digital. Tentunya, hal ini karena JD.ID hidup di dunia digital.

“Namun,  nantinya bukan berarti terus begitu. Kami akan terus mengevaluasi porsi, bentuk dan cara kami berkampanye agar lebih banyak lagi para pengguna dan calon pelanggan kami di Indonesia yang bisa kami layani,” pungkasnya.

 

MARKETEERS X

Most Popular








To Top