MarkPlus Conference 2019

MarkPlus Conference 2019
Transportation & Logistic

Dukung Pariwisata dan Bisnis, Citilink Buka Rute Kertajati-Kualanamu

Citilink Indonesia akan membuka rute domestik baru dari bandara Kertajati. Kali ini, Citilink membuka rute Bandara Kertajati menuju Bandara Kualanamu di Sumatera Utara. Layanan penerbangan baru dari Kabupaten Majalengka menuju Kota Medan ini mulai bisa dinikmati masyarakat pada Jumat, 9 November 2018.

“Selain menjadi opsi penghubung antarkota, diharapkan dengan pembukaan rute baru ini Citilink Indonesia juga dapat menjadi salah satu pendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian di kedua kota tersebut. Citilink Indonesia melihat ini sebagai sebuah peluang dalam melakukan ekspansi bisnis sebagai maskapai LCC,” kata Vice President Corporate Secretary and CSR Ranty Astari Rachman.

Pembukaan rute penerbangan Kertajati (KJT) – Kualanamu (KNO) dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas hingga 180 penumpang dengan nomor penerbangan QG 831 dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Kertajati  pukul 08.45 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada pukul 11.25 WIB. Sedangkan penerbangan Citilink Indonesia dari Bandara Internasional Kualanamu, Kualanamu menuju Kertajati dengan QG 830 dijadwalkan terbang pada pukul 05.40 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kertajati, Kertajati pada pukul 08.05 WIB.

“Rute ini akan diminati masyarakat karena berdasarkan kebutuhan penerbangan, layanan menuju Medan cukup besar untuk kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan yang masuk dalam catchment area. Target kita sampai akhir tahun ini ingin bisa melayani 14 rute baik domestik maupun internasional yang dilakukan secara direct,” terang Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra.

Diharapkan, dengan adanya rute Kertajati – Kualanamu ini dapat mendukung pertumbuhan perekonomian dan membantu kelancaran arus perdagangan di kedua destinasi tersebut. “Penerbangan Kertajati menuju Kualanamu, dan sebaliknya, juga diharapkan dapat menjembatani mobilisasi para pegawai Pemda, pengusaha, pedagang, pelajar hingga wisatawan. Sehingga sektor wisata dan perdagangan di kedua daerah tersebut dapat bertumbuh bersama “ tutup Ranty.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

MARKETEERS X

Most Popular








To Top