AMS 2018 Leaderboard
Lifestyle

Enam Cara Patut Dicoba Agar Uang THR Tidak Gampang Ludes

Bulan Ramadan sudah setengah jalan, ini pertanda bahwa THR (Tunjangan Hari Raya) akan segera datang. Tentunya sudah ada beragam rencana terkait akan dihabiskan untuk apa saja uang THR tersebut. Sebelum THR dan Idul Fitri datang, pastikan kita semua memiliki waktu untuk berhitung agar perencanaan keuangan kita berjalan dengan baik.

Ari Adil selaku Independent Wealth Management Advisor mengungkapkan bahwa pengeluaran dapat kita kontrol selama kita memiliki perhitungan sebelum semua pengeluaran dilakukan. “Hanya butuh lima menit untuk menetapkan skema pengeluaran kita selama bulan Ramadhan. Namun, ini yang paling sering digampangkan oleh banyak orang. Akhirnya, pengeluaran tidak terkontrol,” ujar Ari Adil.

Nah, ada baiknya kita simak beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengeluaraan kita sampai Idul Fitri selesai masih bisa terkontrol dengan baik dan bisa dipertanggung jawabkan. Dari berbagai pengeluaran, Ari secara sederhana mengkategorikannya menjadi 5 tipe pengeluaran prioritas.

5% Zakat dan Sedekah

Sebagai seorang muslim, kebutuhan Zakat dan Sedekah adalah kebutuhan prioritas yang harus dikeluarkan. Dengan 2.5% dari penghasilan setiap bulannya, Setiap individu untuk dapat meningkatkan persentase zakat sebesar 2 kali mengingat penghasilan yang diterima termasuk THR. Sehingga, perhitungan zakat dan sedekah menjadi 5% pada bulan Ramadan ini.

20% Investasi

Untuk mencapai keamanan keuangan di masa mendatang, Ari menyarankan bahwa dengan THR yang diterima merupakan kesempatan untuk meningkatkan persentase investasi sebesar 20% yang sebelumnya hanya 10% setiap bulan.

15% Saving dan Cash atau Emergency Fund

Beberapa kalangan terdahulu telah membuktikan bahwa menabung dapat menopang kehidupan mendatang mereka. Ketekunan menabung mereka dapat menjadi teladan bagi kalangan millennials baik untuk membeli sesuatu yang kita inginkan ataupun untuk kebutuhan dana darurat. Sebelum menerima gaji dan THR, hitung kembali 15% dari total penghasilan yang diterima untuk dianggarkan sebagai tabungan dan dana darurat.

30% Pelunasan dan Pengeluaran Reguler

Amankan 30% dari penghasilan yang diterima untuk membayar tagihan dan pengeluaran reguler. Pastikan pengeluaran reguler telah diamankan sehingga tidak ada tagihan yang harus diselesaikan. Ingat, bahwa semua tunggakan terjadi karena menggampangkan tagihan.

30% Pengeluaran Kebutuhan Ramadhan

Atur pengeluaran kebutuhan Ramadhan seperti makan di luar, buka bersama, makanan berbuka, baju baru, kebutuhan mudik, hingga kebutuhan lebaran lainnya harus diambil dari 30% dana ini. Untuk menghemat pengeluaran pada anggaran ini pastikan Anda membuat skala prioritas dengan siapa Anda berbuka puasa.

Pikir Lagi Sebelum Belanja

Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah berbelanja dengan mencari diskon besar yang biasanya ramai ditawarkan selama bulan Ramadhan. Strategi ini diharapkan dapat tetap menikmati barang yang sama tetapi dengan harga yang lebih murah sehingga pengeluaran lebih terjaga. Hal terpenting dalam mengontrol keuangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri adalah juga menahan keinginan untuk membeli sesuatu yang tidak kita butuhkan dengan berputar balik untuk berpikir kembali selama lima menit. Hal ini dilakukan agar keputusan pembelian dilakukan secara bijak untuk mengindari penyesalan setelah pembelian.

Selamat menabung dan belanja!

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top