Grapeshot Leaderboard
Consumer Goods

Gelar IPO Anak Usaha, Grup Sriboga Raturaya Siap Tambah 65 Outlet Pizza Hut

Grup Sriboga Raturaya telah melakukan Initial Public Offering (IPO) untuk salah satu anak usahanya, PT Sarimelati Kencana, Tbk., (SMK). Perusahaan ini menaungi semua restoran yang dimiliki oleh Grup Sriboga Raturaya. Meliputi restoran Pizza Hut, Pizza Hut Delivery (PHD), dan The Kitchen by Pizza Hut.

Dalam IPO yang dilakukan pada tanggal 23 Mei 2018 lalu, Sriboga Raturaya melepas sekitar 30% saham ke publik. Dana yang terkumpul dari hasil IPO ini mencapai kurang lebih Rp 1 triliun. Dari dana yang diperoleh tersebut SMK berniat untuk melakukan penetrasi pasar secara lebih masif.

“Sekitar 60% dari dana hasil IPO akan kami gunakan untuk pengembangan restoran baru. Targetnya, tahun ini kami akan membangun 65 outlet baru, baik itu restoran Pizza Hut dan PHD. Kemudian, sisa dana dari pelepasan saham akan kami gunakan untuk repayment loan,” kata Eddy Mulyadi, GM Manufacturing PT Sarimelati Kencana, Tbk., di sela-sela buka puasa bersama Grup Sriboga Raturaya bersama para anak disabilitas, di Jakarta (31/05/2018).

Di acara buka bersama ini, Grup Sriboga Raturaya mengajak sekitar 257 anak disabilitas. Anak-anak ini berasal dari 5 Sekolah Luar Biasa (SLB) di sekitaran Jakarta. Selama bulan puasa, grup ini juga membagikan paket buka puasa ke 6.600 anak panti asuhan yang diberikan secara bergilir.

Sekarang ini, SMK menaungi  412 outlet Pizza Hut. Rinciannya, 235 adalah restoran dan 177 adalah outlet PHD. Sehingga, bila target penambahan outlet tercapai, SMK akan memiliki 477 outlet hingga akhir tahun ini. Target penambahan outlet tahun ini meningkat dari tahun lalu yang mana SMK berhasil menambah 60 outlet.

“Tahun ini, porsi penambahan PHD akan lebih banyak dari restoran. Mengingat, perilaku konsumen terkait kenyamanan dalam mengonsumsi bergeser dan mungkin untuk melengkapi suasana saat berkumpul keluarga atau bersama handai tolan pesanan Pizza Hut lewat PHD pun meningkat,” tambah Eddy.

Fokus penambahan restoran masih di kota-kota besar di Jawa, Sumatera, dan Bali. Namun, SMK juga terus mengepakkan sayap ke kota-kota  lain. Pengembangan restoran akan dilakukan ke kota-kota   kedua atau bahkan ketiga, terutama di Jawa.

Menurut Eddy, dalam melakukan penetrasi SMK memang mengandalkan restoran sebagai ujung tombak dalam perluasan pasar. Di wilayah-wilayah yang baru dibuka, biasanya konsumenbukan sekadar ingin menikmati Pizza Hut saja, tapi juga ambience dari restorannya. “Nah, setelah mungkin karena dibutuhkan untuk sajian di suatu acara atau karena macet, orang baru pesan untuk diantar. Di sinilah, nantinya potensi PHD bisa dikembangkan,” terangnya.

Sejak Oktober 2015, SMK telah mengenalkan konsep baru restoran, yakni The Kitchen by Pizza Hut. Dalam konsep ini, konsumen dapat melihat seluruh proses pembuatan pizza secara langsung.

Selain pizza, grup ini juga memiliki restoran udon yang bernaung di bawah PT Sriboga Marugame Indonesia (SMI). Restorannya dikenal dengan nama Marugame Udon & Tempura. Saat ini, sudah ada 39 outlet yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Grup Sriboga Raturaya adalah grup usaha yang bergerak di bidang pangan dan pendidikan. Ada empat divisi dalam grup ini, yakni divisi industri makanan, divisi jasa restoran, divisi logistik, dan divisi pendidikan.

Saat ini, PT Sriboga Flour Mill (SFM) yang memproduksi tepung terigu menguasai sekitar 7% pangsa pasar tepung terigu. Dengan penguasan ini, SFM berada di posisi keempat di antara sekitar 30 pemain tepung terigu. Hasil produksi SFM sudah merambah ekspor, sekitar 5% dari total produksi. Sisanya, 95% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top