Mshop-leaderboard-mobile
Technology

Gencar Kampanye, Shopee Dorong Brand Awareness Demi Visibilitas

Gencar Kampanye, Shopee Dorong Brand Awareness Demi Visibilitas Reading-Social-Marketing-News-Will-Prepare-You-to-Start-Your-Campaign
Photo Credits: Marketing Digest

Sebagai salah satu pasar terbesar Shopee, Indonesia telah berkontribusi bagi 40% keseluruhan bisnis Shopee. Tak mau berhenti sampai di situ, Shopee Indonesia gencar melakukan berbagai aktivitas kampanye untuk meningkatkan brand awareness yang mereka percaya dapat meningkatkan visibilitas mereka di mata konsumen. Lalu, seperti apa cara Shopee meningkatkan brand awareness yang mereka klaim berdampak pada visibilitas brand Shopee?

Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak diperkenalkan di Indonesia, Shopee memperoleh lebih dari 15 juta unduhan dan lebih dari 55 juta active listings per Mei 2017 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Head of Operations Shopee Indonesia Handika Jahja melalui wawancara eksklusif dengan Marketeers mengatakan, brand awareness berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis ini.

“Bagi Shopee, proses membangun brand awareness dimulai dari memahami karakteristik dan gaya hidup pengguna. Ini menjadi dasar bagi kami untuk menyusun strategi terbaik guna menjangkau mereka.  Terlebih, angka penetrasi pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Kami harus sigap menggarap peluang ini,” kata Handika.

Pernyataan Handika senada dengan data We are Social and HootSuite 2017 yang merilis angka penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 132,7 juta jiwa. Untuk dapat menangkap peluang pasar Indonesia, Handika mengatakan Community-Building, Media Out-of-Home (OOH), dan Digital Marketing adalah tiga kunci Shopee dalam membangun brand awareness yang berdampak pada visibilitas brand. Community-Building  dapat menciptakan word of mouth dan diskusi viral mengenai brand Shopee.

“Kami melakukan komunikasi dengan membangun komunitas yang kuat dengan beragam channel, seperti media sosial, Key Opinion Leaders (KOL), dan seller Shopee sendiri,” ungkap Handika. “Memanfaatkan metode ini  dapat membantu brand dalam menginformasikan update terkini dari brand tersebut.”

Lebih dari itu, Handika menjelaskan Media Out-of-Home (OOH) pun memiliki peran penting dalam membangun brand awareness. Menggunakan iklan Billboard, Banner luar ruangan, dan iklan televisi (TVC) dikatakan Handika dapat memaksimalkan strategi promosi Shoppe agar terlihat secara massal dalam kehidupan sehari-hari target market.

Yang tak luput dari perhatian Shopee selanjutnya adalah lini pemasaran digital. Belakangan, iklan Shopee terlihat diberbagai media sosial. Shopee hadir di Insta Story, dan menyasar iklan YouTube. “Strategi pemasaran digital kami perkuat. Tentu hal ini penting mengingat bisnis kami bergerak di dunia digital. Dengan memaksimalkan pemasaran digital, ini akan berdampak pada visibilitas brand Shopee di ranah online,” ujar Handika.

Bagaimana pendapat Anda? Akankah gempuran upaya peningkatan brand awareness ini akan memaksimalkan visibilitas brand Shopee?

 

Editor: Eko Adiwaluyo

Most Popular








To Top