Grapeshot Leaderboard
Uncategorized

Hadapi Ketakpastian, Bisnis Butuh Great Navigator

Memasuki tahun 2018, kita pun memasuki situasi yang serba tidak terduga, serba unpredictable. Ada isilah yang sangat cocok menggambarkan situasi seperti ini yaitu VUCA (Volatility-Uncertainty-Complexity-Ambiguity).

Hal ini disampaikan oleh Hermawan Kartajaya dalam MarkPlus Conference ke-12 bertema “Navigating the Unpredictables” di ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Kamis (7/12/2017).

“Intinya ada begitu banyak hal yang tidak dapat diketahui pasti dan ada begitu banyak pula dinamika yang terus berubah seperti situasi dalam peperangan,” kata Hermawan.

Menghadapi VUCA, sambung Hermawan, orang harus menjadi navigator. Di sini, bisnis tak hanya membutuhkan pemimpin yang kuat, tapi harus menjadi seorang great navigator.

“Selain itu, kita harus memiliki dan mampu membaca kompas, baik kompas di area finansial, marketing, dan organisasi,” kata Hermawan.

Sementara itu, untuk menjadi seorang strong leader, Hermawan mengatakan orang harus bersemangat entrepreneur. Dengan semangat tersebut, orang harus pintar mengelola paradoks.

Profesional, misalnya, sering dilawankan dengan entrepreneur. Bagi Hermawan, bisnis yang akan bertahan dalam menghadapi VUCA adalah ketika bisa mengelola keduanya. “Organisasi harus memiliki profesional dan entrepreneur. Juga harus mengedepankan produktivitas sekaligus kreativitas, manajemen sekaligus kepemimpinan.” Hanya dengan itu, organisasi bisa melewati masa-masa sulit dan tak terprediksi,” kata Hermawan.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top