Grapeshot Leaderboard
Career

Hannah Al Rashid: Mencabut Akar Ketidaksetaraan

Photo Credits: Hannah Al-Rashid

Berangkat dari pengalaman pribadi yang hampir setiap hari mengalami street harassment, pemain film sekaligus model kelahiran Inggris Hannah Al Rashid memutuskan terjun sebagai UN SDG Mover untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Indonesia.

“Pertama kali pindah ke Jakarta, saya cukup sering mengalami street harassment hingga pelecehan seksual hampir setiap hari. Belum lagi, saya harus terjun ke dalam industri yang terbilang cukup ‘sexist’, dan penuh dengan diskriminasi berdasarkan gender,” ungkap Hannah.

Berbagai pengalaman pahit terkait perlakuan lingkungan terhadap perempuan yang masih belum setara membuat Hannah berani angkat bicara dan memperjuangkan hak perempuan. Hannah melihat, persoalan gender stereotype dan budaya masih menjadi masalah utama yang mengakar pada isu ini.

“Di Indonesia, masih ada begitu banyak orang yang membeda-bedakan peran laki-laki dan perempuan. Hal ini sebenarnya dapat mendorong terjadinya pelecehan seksual. Ketika perempuan tidak memperoleh hak dan peluang yang sama, maka semakin besar potensi mereka menjadi korban kekerasan,” ungkap Hannah. Lebih dari itu, fenomena cat-calling yang kerap diabaikan dan dianggap normal dikatakan Hannah kian memperburuk kondisi ini.

Menurut Hannah, masih banyak pihak yang salah persepsi perihal fenomena cat-calling. Banyak pihak menilai, bentuk kekerasan seksual yang menimpa perempuan terjadi lantaran penampilan perempuan yang dianggap provokatif dan mengundang kejahatan. Padahal, data dari Lentera Sintas Indonesia mengungkapkan, 83% korban cat-calling tidak memakai pakaian yang provokatif, dan mayoritas pemerkosa tidak mengingat pakaian apa yang dikenakan korban.

Ada dua tantangan besar yang terpampang nyata bagi Hannah. Pertama, menuntut pemerintah untuk mengadopsi peraturan yang bersifat gender equal. Kedua, upaya untuk mengubah mindset kaum adam akan peran mereka terhadap isu ini. Hannah pun aktif mengkampanyekan berbagai pemikiran untuk memperjuangkan kesetaraan gender.

Tidak hanya kepada kaum hawa semata, melainkan kaum adam. Empowering women and educating men menjadi jalan yang dipilih Hannah. Bersama sejumlah organisasi yang peduli terhadap isu ini, seperti Hollaback Jakarta dan Lentera Indonesia, Hannah mencanangkan pemberdayaan perempuan dengan memberikan dukunga, perlindungan dari kekerasan atau pelecehan, hingga lobbying kepada pemerintah.

Terlepas dari itu, Hannah pun aktif mengajak kaum adam untuk bersama-sama mendukung kesetaraan gender. “Karena kesetaraan gender tidak akan mengurangi derajat laki-laki dibandingkan perempuan. Look after the women in your life by fighting for women’s right,” tutur Hannah.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top