Government & Public Services

Indonesia Siap Miliki Pusat Inovasi

Photo Credits: 123rf

Indonesia direncanakan segera memiliki Pusat Inovasi (innovation center) di tahun depan. Berkonsep serupa dengan Digital Capability Center di Singapura, pusat inovasi ini didirikan guna membantu perusahaan memenuhi kebutuhan transformasi teknologi di tiap tahap perjalanan digital mereka.

Di pusat inovasi tersebut, perusahaan disajikan contoh nyata dari perusahaan lain yang sudah mengadopsi teknologi terbaru.

Sembari menunggu pembangunan ini, Kementerian Perindustrian memaksimalkan lembaga atau badan riset yang sudah ada terlebih dahulu.

“Misalnya, Balai Besar Industri Agro di Bogor atau Balai Besar Industri Logam dan Mesin di Bandung, yang kami miliki,” terang Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Adapun sejumlah perusahaan yang sudah menjadi percontohan dalam implementasi industri 4.0, antara lain PT Schneider Electric Manufacturing di sektor industri elektronika, PT Chandra Asri Petrochemical di industri kimia, PT Mayora Indah Tbk di industri makanan dan minuman, Sritex di industri tekstil dan pakaian, serta PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di industri otomotif.  “Di beberapa industri tersebut sudah diaplikasikan artificial intelligent (AI) dan digitalisasi,” ungkapnya.

Lebih dari itu, saat ini pemerintah tengah merumuskan indikator penilaian tingkat kesiapan Industri 4.0. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara mengatakan, saat ini sudah dirancang berbagai indikator yang akan menjadi penilaian, termasuk aspek sumber daya manusia, teknologi dan secara organisasi.

Ngakan menambahkan, asesor yang terlibat dalam penilaian nanti berasal dari Kemenperin dan lembaga independen. Apabila sudah diketahui tingkat kesiapan tiap perusahaan, para asesor dapat memberikan masukan. “Sejauh ini kami sudah melatih sekitar 40 orang sebagai asesor yang sudah dan akan terjun ke industri,” ujarnya. Penilaian ini tidak terbatas pada perusahaan skala besar saja, tetapi juga IKM.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top