SMEMBA 2018 Leaderboard
Consumer Goods

Jangankan Mobil, Kondom Juga Butuh Diferensiasi

Jangan menganggap hanya produk seperti mobil, motor, atau layanan seperti hotel atau maskapai penerbangan yang memerlukan diferensiasi. Elemen pembeda sangat dibutuhkan, bahkan untuk produk seperti kondom.

DKT Indonesia misalnya, menghadirkan kondom dengan brand baru bernama SUPREME Premium Condoms. Padahal selama ini, DKT telah memiliki brand lain, seperti kondom Sutra yang ada sejak 1996; Kontrasepsi Andalan yang hadir sejak 2000; kondom Fiesta yang hadir sejak 2003.

“Tentunya produk-produk itu memiliki diferensiasi masing-masing. Fiesta misalnya adalah kondom dengan flavor. Sedangkan SUPREME dibuat secara eksklusif dengan superfine latex quality serta dilengkapi dengan berbagai fitur untuk meningkatkan pleasure serta sensasi bercinta yang maksimal,” kata Pierre Frederick, Deputy GM Consumer Healthcare DKT International.

Ada berbagai riset yang menjadi alasan mengapa DKT meluncurkan SUPREME. Pertama, anggapan pria bahwa sexual satisfaction adalah saat mereka berhasil mendominasi aktivitas seksual di ranjang. Padahal riset menyebutkan rata-rata pria hanya bertahan sekitar 6 menit ketika bercinta. Sementara wanita menginginkan durasi intimacy yang bertahan dua kali lebih lama yaitu 13 menit.

Kedua, anggapan bahwa wanita selalu mendapat kepuasan orgasme. “Padahal hanya 30% wanita yang memperoleh kepuasan orgasme tersebut,” kata Pierre.

Dengan alasan itu, DKT menghadirkan diferensiasi pada SUPREME melalui fiturnya. SUPREME Performax misalnya, didesain untuk memaksimalkan dan memperpanjang performa bercinta karena dilengkapi dengan pelumas khusus “climax control lubricant”. “Sehingga membuat performa Anda lebih tahan lama,” katanya.

Sedangkan melalui SUPREME Sensation, DKT menghadirkan kondom dengan fitur 3in1, yaitu ribbed (berulir), dotted (berbintil), dan contoured (berbentuk roket).

SUPREME hadir dan menyasar konsumen menengah atas. Maklum, harga kondom ini berkisar Rp 25.000. Untuk distribusi, DKT mengandalkan e-commerce serta apotek.

Sebagai merek baru, bagaimana SUPREME bisa bersaing dengan kondom yang sudah ada? DKT mengatakan, SUPREME diolah melalui proses yang terbilang panjang. Selain itu, produk ini juga hadir dengan packaging yang berbeda dibandingkan produk lainnya. “Harus diakui ongkos produk SUPREME sangat mahal. Untung saja, kami bukan 100% commercial melainkan campuran dari NGO (Non-Governmental Organization),” kata Pierre.

Dengan adanya produk baru ini, DKT pun berharap masyarakat Indonesia berkenan dan tak ragu untuk menggunakan kondom. “Pasar Indonesia sangat besar, namun untuk urusan edukasi masih rendah dibanding negara lain,” kata Pierre.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top