Consumer Goods

Kenapa Kampanye Bukalapak Selalu Unik dan Nyeleneh

kampanye unik Bukalapak

Industri e-commerce di Indonesia semakin matang. Dalam beberapa tahun terakhir meskipun banyak pemain baru berdatangan, namun sudah bisa terlihat siapa saja pemain besar dalam industri yang satu ini. Para pemain ini selain menyajikan promosi dan diskon, mereka juga berlomba menyajikan ragam kampanye yang unik. Salah satu pemain e-commerce yang terkenal akan kampanye unik adalah Bukalapak.

Beberapa kali Bukalapak tampil dengan amat nyeleneh. Video Dian Katro, Pendekar Medok, Promosi Harbolnas Sakit Jiwa, dan promosi lainnya masuk dalam kategori nyeleneh. Bahkan, CEO Bukalapak Achmad Zaky tampil sendiri sebagai model iklan.

“Awalnya kami ingin menyewa Dian Sastro, tapi karena mahal, kami keluarkan sosok Dian Katro. CEO kami meminta maaf ketika tidak bisa bayar Dian Sastro. daripada bujetnya buat bayar artis mending buat ngasih diskon promo ke konsumen kami,” ujar Bayu Syerli Rachmat, VP Marketing Bukalapak di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurut Bayu, konten kampanye Bukalapak memang berisiko. Saat itu Bukalapak berdalih untuk memakain konten seperti itu untuk tampil beda dengan para kompetitornya. Meskipun berusaha tampil nyeleneh dan berbeda, Bayu memastikan bahwa semua konten yang mereka luncurkan harus relevan dengan kondisi konsumennya.

“Akhirnya kami jadi ketagihan buat tampil dengan iklan yang nyeleneh,” singkat Bayu.

Konten nyeleneh Bukalapak pun mendapatkan apresiasi. Selain konten yang viral dan mendapatkan beragam penghargaan. Bukalapak juga mendapatkan daftar Pelapak (merchant yang bergabung dengan Bukalapak) hingga mencapai 1,5 juta Pelapak. Bahkan dalam satu hari pada Desember 2016, nilai total transaksi di Bukalapak mencapai Rp 50 miliar.

Bayu menilai ketika Bukalapak tampil nyeleneh, berbeda, dan apa adanya justru saat itu Bukalapak merasa lebih dekat dengan para konsumennya. Ia juga menilai bahwa kampanye yang diluncurkan tidak selalu bisa diterapkan pada brand lain karena positioning dari tiap brand berbeda.

“Lakukan sesuatu yang unik dan nanti dibicarakan sama orang. Semakin aneh semakin dibicarakan.
Kejanggalan bisa menciptaan kepopuleran,” tambahnya.

Selain melakukan kampanye yang nyeleneh, Bukalapak juga melakukan strategi untuk memperkencang SEO. Bukalapak juga menjaga retention dari konsumennya dengan menghitung berapa banyak konsumen belanja dalam sebulan. Bukalapak menargetkan masing-masing konsumen membeli empat produk dalam satu bulan.

“Kami juga mensegmentasikan konsumen kami dalam empat tipe. Leads, first time buye, active buyers, dan defecting customers. Masing-masing kategori ini kami olah secara berbeda untuk mendapatkan revenue,” pungkas Bayu.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top