Technology

KlikFix, Platform Konektor Jasa Servis Gadget dan Konsumen

KlikFix, Platform Konektor Jasa Servis Gadget dan Konsumen klikfix

Penetrasi smartphone di indonesia saat ini kurang lebih telah mencapai lebih 40%. Artinya, ada sekitar 65 juta smartphone yang beredar di sini hingga tahun 2016. Tahun ini, populasi smartphone perkiraannya bisa mencapai 75 juta.  Dan, menurut Ericsson dalam Mobiity Report untuk kawasan Asia Tenggara dan Oceania, diprediksi pada tahun 2021, jumlah smartphone yang beredar di negara ini bisa mencapai 250 juta.

Dilihat kebiasaannya, mayoritas penduduk Indonesia mengakses internet melalui smartphone. Lalu, bila mengacu riset Indonesia Netizen Survey 2015 dari MarkPlus, rata-rata netizen mengakses internet selama 6 jam per hari. Melihat fakta-fakta tersebut di atas, potensi smartphone mengalami gangguan teknis sangat besar.

Melihat jumlah smartphone saat ini dan potensinya di masa mendatang tentu menjadi pasar yang sangat empuk bagi penyedia servis, baik itu independen maupun yang di bawah vendor smartphone langsung. Inilah yang membuat jasa servis smartphone dan gadget lainnya terus bermunculan.

Peluang bisnis servis gadget, baik itu handphone, laptop, dan tablet, di kota-kota besar pun semakin gurih lantaran kaum urban sering terkendala kondisi jalan yang padat untuk mengakses lokasi servis. Tak jarang, sebagian masyarakat pun urung untuk memperbaiki gadget mereka. Peluang inilah yang digarap oleh Klikfix, sebuah platform yang mempertemukan antara teknisi dan konsumen.

“Masyarakat akan semakin dimudahkan untuk memperbaiki gadget yang rusak. Karena para teknisi yang kami sebut Fixxer ini akan mendatangi konsumen dan segera memberikan solusi terhadap gadget yang rusak,” kata Andrew Suhalim, Chief Executive Officer PT Klikfix Asia Technology, saat grand launching Klikfix, hari ini (22/02/2017).

Ya, keunggulan dari Klixfix adalah layanan menjemput dan mengembalikan gadget. Proses perbaikan pun relatif singkat dengan harga yang jelas. Selain itu, Klixfix memberi garansi 1 tahun pada gadget yang diperbaiki.  “Konsumen bisa menentukan lokasi penjemputan dan pengembalian gadget. Harga yang kami berikan pun sangat transparan, ada di website kami www.klikfix.com, kualitas pun terjamin. Ini sesuai dengan tagline kami, Klikfix You Click We Fix,” tambah Andrew.

Klikfix adalah startup asli Indonesia yang menjadi solusi permasalahan pada gadget kaum urban di perkotaan. Secara operasional, Klikfix telah berjalan sejak November 2015. Kemudian, melakukan soft launching pada Juli 2016.

“Kami harus benar-benar mengerti pasar. Dalam arti memastikan bahwa permintaan servis gadget ini memang besar dan tumbuh terus karena kami ingin bisnis ini sustain dan membantu banyak teknisi untuk menambah pendapatan,” tambahnya.

Selama riset itu, Andrew menemukan bahwa permintaan servis gadget memang sangat tinggi. Di ITC Roxy saja, setiap bulannya ada 15 ribu order servis, dari yang ringan hingga berat. Dan, di wilayah Jabodetabek jumlahnya bisa mencapai 200-300 ribu order per bulan. Sementara ini, Klikfix memasang target meraih 10% dari potensi pasar servis ini.

Dari sejak soft launching tahun lalu, rata-rata Klikflix menerima order 750 ribu per bulan. Targetnya, hingga akhir tahun bisa menangani 5000 order per bulan. Sedangkan untuk cakupan wilayah operasi, Andrew menambahkan bahwa sementara ini fokus di wilayah Jabodetabek saja. “Pasar di wilayah ini saja masih belum tergarap dengan maksimal. Tapi, kami optimistis untuk membuka layanan di berbagai kota besar,” imbuhnya.

Untuk melayani konsumen, saat ini Klikfix telah menggandeng 50 fixxer. Para fixxer ini telah memiliki serfikasi dari Klikfix Academy. Untuk menyiapkan para teknisi andal tersertifikasi ini Klikfix membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan. Targetnya, hingga akhir tahun ini ada 200 fixxer yang bergabung dengan Klikfix.

Lalu, brand gadget apa saja yang bisa dilayani? Menurut Andrew ada beberapa brand, yaitu Apple, Samsung, Xiaomi, Sony, Smartfren, Oppo, Huawei, Acer, dan Asus. Perbaikan meliputi software hingga penggantian spare part.

Soal spare part ini konsumen tidak perlu kuatir soal kualitasnya. Karena Klikfix menjamin memberikan kualitas spare part yang tertinggi dengan harga lebih murah. “Kami menjamin atau mengontrol dua hal, yakni kualitas teknisi dan spare part,” tegas Andrew.

Monetisasi

Bicara mengenai monetisasi, sangat terkait dengan spare part. Jelasnya, Klikfix hanya mengambil 20% dari harga spare part. Katakanlah satu servis menghabiskan biaya Rp 500 ribu, sedangkan harga spare part Rp 250 ribu, maka harga spare part ditambah Rp 50 ribu (20% dari harga spare part) adalah milik Klikfix. Sisanya, Rp 200 ribu, menjadi hak dari teknisi.  “Terkait kontrol pada spare part seperti tersebut di atas, maka para fixxer diwajibkan mengambil dari Klikfix,” kata Andrew.

Melihat potensi binis ini, tentunya banyak funding yang tertarik pada startup ini. Namun, Andrew menegaskan bahwa sejauh ini masih melakukan penjajagan dengan para investor. “Harus ada kesamaan visi dengan investor agar tujuan utama dari bisnis ini, yakni membantu para teknisi memperbesar pendapatan tetap terjaga,” pungkas Andrew.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top