Mshop-leaderboard-mobile
Consumer Goods

Cara Mie Lokal Hadapi Gempuran Mie Korea dan Jepang

Cara Mie Lokal Hadapi Gempuran Mie Korea dan Jepang samyang
Photo Credits: YouTube

Dalam beberapa waktu terakhir, semakin banyak kompetitor produk mie asal Korea dan Jepang yang memasuki pasar Indonesia. Situs perbelanjaan online Elevenia mencatat, salah satu produk mie instan asal Korea berhasil menjual produknya lebih dari 9.000 mie instan per hari melalui situs ini. Namun, beberapa produk mie instan asal Indonesia justru mampu bertumbuh di tengah eksistensi produk mie Korea dan Jepang.

Di tengah pasar yang kian kompetitif, produk Mie Sukses’s dan Pop Mie justru mengalami pertumbuhan. Nielsen mencatat, Mie Sukses’s yang diluncurkan pada pertengahan 2015 berhasil mengalami pertumbuhan sebesar tiga digit. Sementara, Senior Brand Manager Pop Mie Vemri Veradi di Jakarta, Jumat (05/05/2017) menerangkan, angka pertumbuhan Pop Mie mencapai 10%.

Kesuksesan dua produk ini tidak lepas dari upaya mereka melakukan kegiatan promosi yang tepat sasaran dengan target market mereka. Head of Marketing Food PT Sayap Mas Utama (Wings Group Indonesia) Adria Devius Tiono mengatakan, Mie Sukses’s sejak awal telah mengetahui secara jelas siapa target mereka sehingga berbagai bentuk aktivitas yang dilakukan tepat sasaran.

“Kami memiliki target market menengah ke bawah, sehingga berbagai bentuk kegiatan yang kami lakukan menyasar target market tersebut. Mulai dari pemilihan brand ambassador yang sesuai, dan mengadakan kegiatan di wilayah sub-urban,” terang Adria.

Jika Mie Sukses’s menyasar target market menengah ke bawah, Pop Mie yang memiliki berbagai jenis produk untuk memasuki setiap segmentasi pasar yang ada, kini menambah deretan variasi produk mereka. Hal ini diungkapkan Vemri untuk memperluas pasar Pop Mie.

“Kami tidak boleh kehilangan start. Tahun ini, pop mie meluncurkan produk baru, Pop Mie Bold untuk menempati segmen premium yang belum ada. Kami akan melakukan analisis terhadap varian rasa dari produk Korea dan Jepang yang digemari konsumen untuk selanjutnya menciptakan varian produk yang lebih menarik,” jelas Vemri.

Bagi Pop Mie, kunci pertumbuhan ekonomi adalah inovasi. Selain Pop Mie Meaty, tahun lalu Pop Mie telah meluncurkan Pop Mie Kari Keju. Inovasi ini didasari hasil riset bahwa anak-anak muda umumnya membeli Mie dengan tambahan keju.

“Setelah mengeluarkan produk Pop Mie Kari Keju, Pop Mie akhirnya dikenal sebagai brand yang cukup inovatif. Kami akan mempertahankan hal ini pada tahun-tahun selanjutnya karena inovasi begitu penting bagi pertumbuhan suatu brand,” tutur Vemri.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top