Mshop-leaderboard-mobile
Industry

Kontras, Belanja Iklan FMCG Tinggi Meski Penjualan Melambat

Kontras, Belanja Iklan FMCG Tinggi Meski Penjualan Melambat 61894413_xl
Photo Credits: www.123rf.com/

Angka belanja iklan untuk produk fast moving consumer goods (FMCG) sepanjang Januari-September 2017 dinyatakan Nielsen tumbuh positif. Padahal, hasil riset Nielsen terhadap penjualan produk FMCG justru mengalami perlambatan. Apa yang sebenarnya terjadi pada sektor FMCG?

Perlambatan daya beli produk FMCG di 2017 memang telah menjadi pembicaraan alot para pemain beberapa waktu terakhir. Sejumlah pemain mengaku merasakan penurunan antusiasme pembeli terhadap produk FMCG. Hal ini senada dengan survei Nielsen yang menunjukkan angka penjualan barang konsumsi selama periode Januari-September 2017 berada di angka 2,7%. Padahal, pertumbuhan industri ini mencapai 7,7% pada tahun lalu.

Namun, perlambatan daya beli tidak serta merta melemahkan kampanye para pemain. Angka pertumbuhan belanja iklan sepanjang Januari-September 2017 berdasarkan penelitian Nielsen menunjukkan pertumbuhan sebesar 8%.

“Industri FMCG mengalami pertumbuhan yang positif. Dari 10 kategori produk yang beriklan di televisi dan media cetak, sejumlah produk FMCG tumbuh positif dan berada di 10 kategori pengiklan tertinggi di televisi dan media cetak,” jelas Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia di Jakarta,Rabu (22/11/2017).Kontras, Belanja Iklan FMCG Tinggi Meski Penjualan Melambat NIELSEN-KATEGORI-IKLAN-1024x586

Dari hasil survei tersebut terlihat pula peningkatan belanja iklan terjadi untuk kategori produk perawatan wajah sebesar 33%, golongan snacks (makanan ringan) 22%, dan mi instan bertumbuh 3%. Sementara produk FMCG seperti rokok kretek, kopi, dan teh mengalami penurunan.

Meski gencar melakukan kampanye, pertumbuhan konsumsi produk FMCG masih melemah, bahkan saat hari raya sekalipun. Lebaran tahun ini, pertumbuhan penjualan FMCG berdasarkan data Nielsen hanya berkisar 5%. Angka ini jauh di bawah pertumbuhan tahun 2014 yang mencapai 20,6%, 2015 sebesar 16,3%, dan 2016 sebesar 13,4%.

Menanggapi hal ini, Director of Beverages Mayora Indah Riko Sistanto mengatakan para pemain harus banyak melakukan evaluasi dan bergerak tepat di kompetisi 2018. “Kalau di 2017 menjadi tahun yang agak mengagetkan bagi semua player, tentu di 2018 para pemain akan coba melakukan berbagai koreksi yang lebih tajam. Jadi, tantangannya makin besar. Peluang dari sisi makro ekonomi ada, namun dari sisi persaingan juga akan semakin gencar,” ujar Riko.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

Most Popular








To Top