Finance

Korea Investment & Securities Jajal Gurihnya Pasar Indonesia

Photo Credits: KIS Indonesia

Pasar investasi di Indonesia nampak menarik bagi sejumlah pemain asing, tak terkecuali Korea Investment and Securities Co., Ltd. (KIS). Resmi masuk ke Indonesia, KIS yang meluncur dengan nama perusahaan PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia mengakuisisi 75% PT Danpac Sekuritas dengan suntikan dana sebesar US$ 33.5 juta untuk saham terbaru yang ditawarkan dalam bentuk kepemilikan pihak ketiga. Lantas, apa yang memboyong KIS berani menjajal pasar Indonesia?

Indonesia bagi KIS merupakan pasar yang potensial. “Meski dinamika perubahan terjadi begitu cepat, kami melihat sejumlah indikator ekonomi yang potensial di Indonesia. Indonesia dengan jumlah populasi di usia muda yang besar dengan pertumbuhan GDP lebih dari 5%, serta inflasi yang stabil mendorong kami untuk berinvestasi di Indonesia dalam jangka waktu yang panjang,” ungkap President and CEO KIS Ryu Sang-Ho di Jakarta, Senin (09/07/2018).

KIS masuk ke Indonesia dengan mengakuisisi 75% PT KIS Indonesia yang sebelumnya merupakan PT Danpac Sekuritas dengan ekuitas akhir tercatat senilai Rp 181.2 triliun (terhitung akhir Mei).

Total ekuitas KIS Indonesia tumbuh rata-rata tujuh kali melompat ke table liga (berdasarkan besaran ekuitas) ke peringkat 11 di antara 106 perusahaan sekuritas.

Berangkat dari Rekam Jejak

Saat ini, KIS fokus memperkuat sektor ritel melalui adopsi sistem daring yang mereka anggap mudah digunakan dan canggih.

“KIS Indonesia mengembangkan sistem baru yang mirip dengan yang diterapkan di Korea, namun tetap bertransaksi dengan menggunakan sistem yang dilokalisasi untuk memperkuat segmen ritel daring, sekaligus merencanakan untuk segera melakukan diversifikasi bidang usaha menjadi manajamen aset yang nanti dapat berkembang dan menembus pasar kapital Indonesia,” jelas Ryu.

Ketika ditanya mengenai faktor yang membuat KIS berani menjajal pasar Indonesia, Ryu menjelaskan hal ini tak terlepas dari rekam jejak KIS yang baginya cukup membanggakan.

Per November 2016, KIS terpilih sebagai Mega Investment Bank oleh badan keuangan pemerintah Korea Selatan setelah berhasil memenuhi persyaratan ekuitas KRW 4 triliun.

FY17 NP sebesar Rp 6.6 triliun, mencapai angka tertinggi di antara broker Korea yang memiliki Return on Equity (ROE) superior sebesar 12.4% yang juga melampaui angka rata-rata IB sebesar 10%.

Tidak hanya itu, Ryu juga optimistis meraih kepercayaan dari target market mereka berkat kehadiran mereka di sejumlah wilayah, seperti London, New York, Hong Kong, Singapura, dan Vietnam.

“Kami percaya, investasi di Indonesia juga akan tumbuh dengan positif. Untuk itu kami hadir di sini untuk mendorong visi kami menjadi rumah broker terdeoan se-Asia pada 2020,” tutur Ryu optimistis.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top