Mshop-leaderboard-mobile
Retail & Property

Kuliner Nusantara Jadi Seasonal Marketing Plaza Indonesia

Kuliner Nusantara Jadi Seasonal Marketing Plaza Indonesia La-Moda-Kerapu-Saus-Mangut
La Moda, Saus Kerapu | Photo Credit: Dok. Marketeers

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus setiap tahunnya telah lama menjadi agenda para perusahaan dan brand dalam menjalankan aktivitas pemasaran musiman atau seasonal marketing. Program khusus selama satu bulan penuh dibuat demi meningkatkan target tertentu.

Tak terkecuali, Plaza Indonesia (PI), pusat belanja premium pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1989. Memasuki bulan Agustus, PI menggelar sebuah promosi pertamanya yang mengusung tema kuliner nusantara. Padahal, event-event PI identik dengan perayaan fesyen dan gaya hidup para urban.

Kuliner nusantara dipilih bukan tanpa alasan. Pertama, kuliner Indonesia terbukti telah menjadi santapan yang diburu para pemburu makanan. Khasanah masakan Indonesia yang kaya dan beragam memberikan keunikan tersendiri dalam landskap industri food & beverage. 

Kedua, restoran yang khusus mengusung menu-menu lokal mulai berseliweran di hampir setiap pusat belanja, dari kelas bawah, menengah, hingga atas. Ini seraya menandingi makanan Barat, Tionghoa, dan Jepang yang telah lama mendominasi pusat keramaian kaum urban.

Ketiga, makanan Indonesia sudah menjadi sorotan dunia. Salah satunya, CNN Travels pernah menobatkan rendang dari Sumatera Barat sebagai makanan terbaik sedunia. Selain itu, kuliner Indonesia juga mulai familier bagi sekolah-sekolah gastronomi internasional, dan pula sudah diaplikasikan oleh chef-chef hotel berbintang.

Karenanya, Plaza Indonesia melalui event bertajuk Indonesia Food & Art Festival menyajikan makanan khas Indonesia dengan menu khusus yang tidak dapat ditemui di gerai manapun. Ada 19 tenan F&B yang bepartisipasi dalam program yang berakhir pada 31 Agustus mendatang.

Menurut General Manager Tenant Commercial Relations, Customer Service & SQA PT Plaza Indonesia Realty Tbk, kuliner nusantara diyakini dapat menarik trafik pengunjung ke mal tersebut. Sekaligus, kata dia, event ini dapat mempromosikan PI sebagai mal yang juga memiliki pilihan restoran yang beragam.

“Banyak orang yang tidak tahu bahwa PI sebenarnya memiliki banyak restoran dan tempat makan. Hanya saja, lokasinya yang tersebar ke setiap lantai, seakan tak terlihat banyak,” ucap dia.

Uniknya, restoran-restoran yang tidak memiliki menu Indonesia juga terlibat dalam festival kuliner ini. Seperti Bistro Baron yang saban harinya menyajikan menu-menu Prancis. Kali ini, bistro yang terletak di lantai dasar itu untuk pertama kalinya menyajikan rawon iga dengan daging premium yang biasa mereka gunakan dalam menu Parisian-nya.

Selain itu, menu dari restoran lain juga tak kalah menggugah selera. Misalnya saja, restoran Sari Ratu yang menawarkan tujuh jenis rendang asli Minang, antara lain rendang limpa, rendang paru, rendang daging, rendang telur, dan sebagainya.

Bagi pecinta makanan serba pedas, resto Rempah Kita menawaran masakan khas Manado. Untuk kudapan manis, silakan beralih ke gerai Kitchenette yang menawarkan perpaduan crepes dengan topping es teler lengkap dengan daun pandan dan buah nangka.

Pencari dunia malam juga bisa merasakan atmosfir nusantara lewat rangkaian minuman menarik. Pasalnya, Cork & Screw yang berlokasi di Pintu Timur Plaza Indonesia menawarkan empat jenis cocktails, salah satunya STMJ alias campuran susu-telur-madu-jahe dengan liqueur rasa herbal Jägermeister.

Selain menghadirkan makanan nusantara, PI juga menyuguhkan beragam kelas seperti master cooking class, food styling, dan photo contest. PI turut menggandeng chef sekaligus penulis buku kuliner nusantara Petty Elliot untuk mengkurasi menu-menu yang disajikan selama festival berlangsung.

Bagi Petty, penulis buku Papaya Flower yang sempat dipamerkan di Frankfurt Book Fair tahun 2014, makanan memiliki peranan penting bagi perkembangan sebuah negara. Sebab, katanya, di dalam setiap makanan khas daerah terangkum sejarah budaya bangsa.

“Saya mengamati, perkembangan kuliner Indonesia saat ini terbilang memuaskan. Dalam periode lima tahun terakhir, perkembangannya begitu progresif,” kata dia.

Petty juga berharap, festival kuliner nusantara yang dilakukan Plaza Indonesia juga berperan dalam mengedukasi konsumen tentang banyaknya makanan daerah di negeri ini, yang mungkin untuk sebagian besar masyarakatnya sendiri terdengar asing.

Most Popular








To Top