AMS 2018 Leaderboard
Finance

Laba Bersih Bank Danamon Tahun 2017 Tumbuh 38%

Tahun lalu, Bank Danamon membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon tumbuh 38% menjadi Rp 3,7 triliun, tahun lalu. Pertumbuhan ini berkat pengelolaan biaya operasional yang disiplin, kualitas aset yang membaik dan biaya dana yang lebih rendah.

“Seiring dengan meningkatnya momentum dari inisiatif strategis jangka panjang, Bank Danamon terus membukukan laba. Pertumbuhan laba yang berkelanjutan ini adalah hasil dari upaya kami dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, serta penerapan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif,” kata Sng Seow Wah, Direktur Utama Bank Danamon, dalam siaran persnya.

Bila dilihat lebih lanjut, dari sisi kredit, portofolio bank ini terus bergeser ke segmen nonmass market. Kucuran kredit terbesar ada di segmen enterprise yang terdiri dari korporasi, komersial, dan institusi keuangan yang tumbuh 4% menjadi Rp 37,6 trilun. Disusul, segmen usaha kecil dan menengah (UKM), yang kucuran kredit bank ini tumbuh 10% menjadi Rp 28,5 triliun. Sedangkan untuk segmen consumer mortgage, secara pertumbuhan paling tinggi, tumbuh 36%, menjadi Rp 6 triliun.

“Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 5% menjadi Rp 122,9 triliun dibandingkan setahun sebelumnya,” tambahnya.

Sedangkan untuk Adira Finance, pembiayaan baru tumbuh 5% untuk roda dua dan 6% untuk roda empat dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan total Adira Finance adalah sebesar Rp 45,2 triliun atau tumbuh 2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Bank Danamon terus meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Pada tahun 2017, bank in meningkatkan menajamen kredit dengan memadukan semua fungsi proses persetujuan kredit di setiap lini usaha di bawah naungan Chief Credit Officer. Hal ini memungkinkan proses persetujuan kredit yang lebih independen dan meningkatkan kualitas kredit.

Sampai dengan akhir tahun 2017, total Kredit Bermasalah (non-performing loans/NPL) turun 9% menjadi Rp 3,4 triliun, pada saat NPL industri naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (Gross non-performing loans) Danamon tercatat pada 2,8%. Biaya Kredit (Cost of Credit) juga menurun 21% menjadi Rp 3,5 triliun. Rasio Biaya Kredit (Cost of Credit Ratio) berada pada tingkat 2,8% atau membaik dibandingkan 3,5% pada tahun sebelumnya.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top