Career

Leader, Kenapa Karyawan Anda Memutuskan Keluar?

Leader, Kenapa Karyawan Anda Memutuskan Keluar? o-QUITTING-facebook
Photo Credits: Huffington Post

Istilah “People don’t quit a job, they quit a boss kerap terdengar. Perkara ketidakcocokan dengan atasan kerap dianggap sebagai alasan utama seseorang meninggalkan pekerjaan mereka. Padahal, survei yang ditemukan Facebook berkata lain. Bukan perkara atasan, dilansir dari hbr.org, Facebook menemukan ada tiga hal yang menyebabkan seseorang memutuskan resign. Apa saja faktor yang ditemukan Facebook ini? Dan hal apa yang dapat dilakukan para leader?

Pekerjaan Tidak Menyenangkan

Survei yang dilakukan tim analisis Facebook terhadap karyawan mereka terkait siapa yang akan tetap tinggal dan keluar dalam waktu enam bulan menemukan. Salah satu indikator seseorang meninggalkan pekerjaan adalah pekerjaan yang tidak enjoyable.

Leader, Kenapa Karyawan Anda Memutuskan Keluar? 1410961903094

Photo credits: squarespace.com

Tim analisis Facebook dalam hbr.org mengatakan, hal ini umum terjadi ketika seseorang tidak ditempatkan pada divisi yang tepat dengan minat atau kemampuan mereka. Banyak orang yang kerap terjebak dalam pekerjaan yang tidak mereka inginkan, namun terus bertahan dengan alasan profesionalisme dan kebutuhan.

Di sini, peran seorang manajer atau leader berperan penting. Para leader dapat memainkan peran mereka dengan cara membiarkan karyawan mereka membantu pekerjaan lain yang mereka sukai. Jika memungkinkan, perpindahan posisi pada divisi yang tepat pun dapat dilakukan.

Di Facebook, mereka tidak lagi menunggu jawaban setelah seseorang karyawan memutuskan untuk keluar. Mereka telah menerapkan sistem untuk mengetahui passion karyawan sejak awal.

Di minggu pertama bertugas, para manajer Facebook duduk bersama karyawan baru dan bertanya mengenai proyek apa yang menjadi favorit mereka, moment apa yang membuat mereka paling bersinergi di tempat kerja, kapan saat-saat mereka merasakan mengerjakan hal yang mereka sukai, dan apa yang mereka inginkan di luar pekerjaan. Dengan cara ini, para manajer Facebook kemudian dapat membangun peran yang menarik sejak awal bagi setiap karyawan.

Merasa Tidak Bermanfaat

Alasan kedua yang ditemukan Facebook adalah ketika seseorang merasa kekuatan mereka tidak dimanfaatkan di perusahaan. Hakikatnya, seorang leader atau manajer yang baik seharusnya dapat menciptakan kesempatan bagi karyawan mereka untuk menggunakan kelebihan mereka.

Leader, Kenapa Karyawan Anda Memutuskan Keluar? job-03

Photo credits: dreamzpassions.files.wordpress.com

Instagram menjadi salah satu contoh nyata pengaplikasian hal ini. Chase, seorang software engineer yang baru bergabung dengan Instagram beberapa waktu lalu meminta izin kepada manajernya, Lu agar diberikan kesempatan untuk menggunakan kemampuan yang ia miliki dalam membantu menyelesaikan salah satu proyek Instagram. Padahal, Chase tidak memiliki rekam jejak terkait penyelesaian proyek ini, dan Instagram pun tidak memiliki peran khusus seperti yang diinginkan Chase.

Lu kemudian memberikan kesempatan bagi Chase untuk mencoba peran baru sebagai “hackamonth” dan mempertemukan mitra yang tepat untuk mendukung proyek kerja Chase ini. Cara ini berhasil, dan dengan cepat Chase bersama mitranya berhasil mengembangkan proyek yang mereka ajukan di awal.

Tidak Tumbuh Lantaran Karier

Faktor ketiga yang ditemukan Facebook terkait alasan seseorang meninggalkan pekerjaan mereka adalah situasi yang pekerjaan yang membuat kehidupan pribadi mereka tidak tumbuh. Dalam banyak situasi, membuka pintu karier berarti menutup diri dalam kehidupan pribadi. Tuntutan pekerjaan yang memakan banyak waktu kerap mengharuskan seseorang berada jauh atau memiliki sedikit waktu dengan keluarga atau orang terdekat mereka.

Leader, Kenapa Karyawan Anda Memutuskan Keluar? Family-stress-small-1024x683

Photo credits: http://www.mix97.com

Saat ini, perusahaan harus mulai memikirkan hal ini. Para manajer dan leader harus mulai menata aturan yang tepat jika mereka tidak ingin kehilangan talent terbaik mereka. HBR melansir, ketika leader mampu memberikan kesempatan bagi karyawan mereka untuk bergerak maju secara profesional tanpa melangkah mudur di rumah, karyawan akan merasa mendapatkan pekerjaan yang baik dan seimbang. Dengan ini, akan sulit bagi mereka untuk membayangkan bekerja di tempat lain.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top