Retail & Property

Lima Tren e-Commerce Tahun 2018

Lima Tren e Commerce Tahun 2018 123-RF-ECOMMERCE
Sumber: 123rf

Industri e-commerce di Indonesia terbilang tumbuh positif pada tahun lalu. Sektor ini juga menjadi sorotan para investor pada tahun ini. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan nilai investasi di sektor e-commerce pada 2017 mencapai lebih dari US$ 5 miliar.

Tren apa saja yang pantas diperhatikan oleh para pemain e-commerce pada tahun 2018 ini? Menurut riset ShopBack, sebuah platform gaya hidup terkait transaksi, sedikitnya ada lima tren perilaku pelanggan e-commerce di Indonesia yang pantas diperhatikan pemasar.

Pertama, pola perilaku belanja bergeser ke online

Laporan tahunan yang dikeluarkan We Are Social menunjukkan, persentase masyarakat indonesia yang membeli barang dan jasa secara online dalam kurun waktu sebulan di 2017 mencapai 41% dari total populasi, meningkat 15% dibanding tahun 2016 yang hanya 26%.

Baru-baru ini, ShopBack melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 responden di Indonesia, untuk melihat pola berberlanja online masyarakat Indonesia. Dari survei tersebut, sebanyak 70,2% responden mengaku bahwa keberadaan toko online memengaruhi perilaku belanja mereka, di mana mereka lebih sering berbelanja online dibanding berbelanja di toko offline.

“Yang menarik lagi, 83,1% responden mengaku pernah ke toko offline untuk melihat barang dan kemudian membelinya secara online. Hal ini disebabkan banyak promo diskon yang ditawarkan platfrom e-commerce, ditambah lagi mereka akan mendapatkan cashback jika melakukan transaksi belanja di ShopBack,” ujar Indra Yonathan, Country General Manager, Shopback Indonesia seperti dikutip dari keterangan medianya.

Kedua, mobile wallet marak

Tahun ini, jumlah pengguna smartphone di Indonesia diprediksi akan mencapai lebih dari 100 juta pengguna (lembaga riset digital eMarketer). Jumlah ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India dan Amerika. Hal ini tentunya menjadi potensi yang sangat besar untuk mengembangkan mobile wallet di Indonesia.

Sepanjang 2017, ShopBack melihat ada beberapa mobile wallet yang sering diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, yakni GoPay, Jenius, TCash, Pay Pro dan OVO.

Ketiga, jasa pengiriman di hari yang sama jadi pilihan utama

Kendala pengiriman barang yang lama menjadi salah satu permasalahan e-commerce dalam dua tahun belakang. Kemunculan jasa transportasi online dengan fitur pengiriman barang pun menjadi solusi dari permasalahan ini.

Kecepatan dan harga yang cukup terjangkau dibanding jasa pengiriman logistik konvensional, menjadi alasan konsumen lebih memilih layanan pengiriman di hari yang sama (same day service delivery)  serta satu hari (one-day service delivery).

Keempat, InstaSeller pindah lapak

Google mencatat ketertarikan masyarakat Indonesia berkecimpung di dunia e-commerce semakin meningkat. Lantaran banyaknya situs e-commerce, konsumen memiliki banyak pilihan. Sebab itu, tidak heran bila terjadi pindah lapak dengan beragam alasan.

Kelima, penjualan tiket online meningkat

Mulai bergesernya pola perilaku belanja masyarakat Indonesia, tentunya berdampak pada penjualan tiket. Selain penjualan tiket di sektor transportasi,  penjualan tiket untuk acara-acara pertunjukan, musik dan juga olahraga mulai marak dijual secara online.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top