Mshop-leaderboard-mobile
Technology

Lirik Pengrajin Asal Yogyakarta, Shopee Gelontorkan Rp 50 Juta

Lirik Pengrajin Asal Yogyakarta, Shopee Gelontorkan Rp 50 Juta Foto-2

Setelah mengedukasi para seller-nya melalui Kampus Shopee, perusahaan Startup asal Singapura Shopee kembali melakukan aksi sosial di negara yang menjadi pasar terbesarnya, Indonesia. Melirik pengusaha lokal asal Yogyakarta, Shopee menggelontorkan dana sebesar Rp 50 juta bagi pengrajin anyaman bambu yang tergabung dalam Komunitas Pringgadani.

Berkolaborasi dengan para pelaku usaha nampaknya menjadi misi tersendiri bagi Shopee. Marketing Manager Shopee Indonesia Monica Vionna Elysia di Jakarta, Selasa (29/08/2017) mengatakan, Shopee memang tak ingin sekadar memberikan pengalaman berbelanja online yang menyenangkan, namun juga menginspirasi.

“Melalui kolaborasi dengan pengusaha lokal lewat bantuan finansial, pengetahuan, dan skill, Shopee berharap para pengusaha lokal akan terus berkembang dan dapat berkontribusi meningkatkan daya jual produk dalam negeri,” tutur Vionna.

Komunitas Pringgadani yang tergabung di dalam Organisasi Rujak Center for Urban Studies berhasil menarik Shopee untuk menggelontar dana sebesar Rp 50 juta bagi pengembangan usaha ini. Berlokasi di Desa Muntuk, Yogyakarta yang terkenal dengan kerajinan anyaman bambu, Komunitas ini menjadi sentra para pengrajin anyaman bambu daerah tersebut untuk memproduksi sekaligus memasarkan produk mereka. Meski bisnis ini sudah berjalan turun-temurun, Komunitas Pringgadani mengaku masih kesulitan dalam memasarkan produk mereka.

“Selama ini, para pengrajin hanya melakukan pemasaran dari mulut ke mulut dan sebatas relasi yang dikenal. Banyak dari pengrajin yang belum memahami bagaimana menjual produk mereka secara online. Tidak hanya itu, keterbatasan produksi lantaran harga alat produksi yang relatif mahal masih menjadi kendala yang cukup besar bagi kami,” cerita Project Manager Bumi Pemuda Rahayu, Solahudin.

Penggelontoran dana CSR sebesar Rp 50 juta dikatakan Solahudin akan dialokasikan untuk membeli beberapa alat produksi yang saat ini hanya dapat diperoleh di Jepang.

Perihal keterbatasan para pengrajin akan pengetahuan berjualan online, Shopee akan megedukasi para pengrajin ini untuk membangun bisnis online mereka.

“Kami masih menunggu sesi edukasi terkait cara memasarkan produk melalui online secara efektif dari Shopee. Rencananya, para pengrajin yang tergabung dalam komunitas kami akan diberi edukasi terkait teknik fotografi praktis, copywriting,  dan hal yang berkaitan dengan digital marketing,” terang Solahudin.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top