Lifestyle

Maria Anggelina, Wonder Woman Penyelamat Korban Perdagangan Manusia

Photo Credits: SOS Children’s Village

Berawal dari rasa berontak melihat hak-hak perempuan dan anak yang direnggut pihak tak bertanggung jawab, Maria Anggelina atau yang akrab disapa Angge turun ke lapangan menyelamatkan korban perdagangan manusia. Jerih payah yang ia lakukan bersama sebuah organisasi berbasis agama Katolik (Good Shepherd Indonesia) mengantarkan dirinya meraih penghargaan dalam Hermann Gmeiner Award 2018 di Innsbruck, Austria.

Photo Credits: SOS Children’s Villages Indonesia

Bekerja di wilayah Batam, Angge bersama anggota Good Shepherd menyediakan rumah penampungan sementara bagi para korban yang selamat dari perbudakan modern.

Pusat rehibilitasi ini didirikan untuk memberikan dukungan psikologis dan pelatihan keterampilan kepada para korban sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing.

“Mereka kebanyakan berasal dari Timur Indonesia. Mereka disiapkan untuk menjadi buruh dan pembantu rumah tangga di luar negeri, namun tidak diberi upah dengan layak. Mereka juga tidak dibekali dengan dokumen yang legal, sehingga banyak dari mereka yang dipulangkan kembali. Kadang dengan cara dilemparkan begitu saja di tengah laut,” cerita Angge di Innsbruck, Jumat (22/06/2018).

Angge juga melakukan upaya pencegahan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama para orang tua tentang bahaya perdagangan manusia dan kekerasan. Kepada anak-anak usia dini, Ia juga menjelaskan tentang pelecehan seksual dan eksploitasi anak.

Photo Credits: SOS Children’s Villages Indonesia

Sebagai penghargaan atas kerja kerasnya membantu kaum perempuan yang termarjinalisasi, Angge terpilih melalui voting menjadi salah satu dari dua orang yang menerima Hermann Gmeiner Award 2018. Tahun ini, ada 8 finalis dari 71 nomintor yang diusulkan oleh 30 negara. Pemenang untuk kategori pria adalah dr Muruga Sirigere yang memberikan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat pedesaan kurang mampu di wilayah barat daya India.

“Saya sangat bersyukur bisa tumbuh dalam kelurga besar SOS. Jika saya tidk tinggal di SOS Children’s Villge Flores, mungkin saya akan menjadi salah satu korban perdagangan manusia,” ujar wanita berusia 35 tahun ini. 

Apa yang dilakukan Angge merupakan contoh baik bagi anak-anak yang masih dalam pengasuhan SOS. “Angge merupakan sosok mandiriwan yang sesuai dengan tujuan pengasuhan di SOS Children’s Village yaitu menciptakan individu yang mempunyai pola pikir berbeda dan dapat berkontribusi terhadap masyarakat. Ini merupakan contoh dan motivasi yang sangat baik bagi adik-adiknya di sini,” ujar Ambrosius Moan, Village Director, SOS Children’s Village Flores.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top