Retail & Property

Melihat “Seksinya” Bekasi di Mata Pelaku Bisnis Properti

Melihat Seksinya Bekasi di Mata Pelaku Bisnis Properti 47981079_xxl
Photo Credit: 123.rf.com

Bagi para pemburu properti, Kota Bekasi kemungkinan besar ada di daftar pencarian mereka. Bagaimana tidak, Bekasi hari ini semakin “bersinar” lantaran disokong oleh sejumlah infrastruktur memadai. Di antaranya yang sudah lebih dahulu hadir adalah stasiun kereta commuter line. Beberapa saat lagi, Bekasi akan menawarkan kemudahan akses bagi warganya dengan kehadiran  Light Rapid Transit (LRT) dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi I.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai kedatangan LRT mampu membawa berkah tersendiri karena bisa menarik perhatian pengembang besar. “Prediksi saya, di sini akan dibangun 52.000 unit apartemen. Dan, kalau melihat catatan Pemkot Bekasi, potensi properti di Bekasi yang ditunjang dengan pembangunan proyek infrastruktur itu nantinya ikut mengerek harga jual berkisar 30-50%,” kata Rahmat dalam keterangan resminya dari Rumah.com, Rabu (25/1/2017).

Perkataan Rahmat ini diakui oleh para pelaku bisnis properti di Bekasi, tak terkecuali oleh Broker Century21 Metro area Bekasi, Yohan Yan. Yohan berpendapat, meski infrastruktur baru sebatas pembangunan awal, namun antusiasme investor sudah terpantau cukup tinggi.

“Daya ungkit luar biasa yang dimiliki Bekasi adalah infrastruktur. Inilah yang kemudian membuat pasar properti semakin menarik. Terlebih ketika pada pertengahan tahun pemerintah mencetuskan kebijakan tax amnesty yang turut menjadi pendorong,” terangnya.

Dua tahun lalu, lanjut Yohan, kondisi properti memang relatif lesu sehingga investor pun cenderung wait and see. Tetapi di detik-detik akhir tahun lalu, sudah terlihat ada pergerakan. Terbukti, di kuartal IV 2016, penjualan properti di Bekasi mengalami kenaikan sebesar 25-40% dengan kebanyakan konsumen merupakan investor yang membidik residensial harga mulai Rp1-2 miliar.

Menurut Wasudewan, Country Manager Rumah.com, median harga properti di Bekasi berada di kisaran Rp 6,5 juta/meter persegi sepanjang tahun 2016. Tahun ini, pemerintah telah menargetkan pengoperasian jalan tol Bekasi– Cawang–Kampung Melayu seksi I (segmen Pangkalanjati–Jakasampurna) sepanjang 8,28 km. Rencana ini turut mendongkrak kenaikan harga properti di area Bekasi.

“Data Rumah.com mencatat terjadi kenaikan sekitar 1% setiap bulan sepanjang tahun kemarin di wilayah ini. Pada Desember 2016, median harga hunian di Bekasi bisa mencapai Rp6,8 juta/meter persegi,” ujar Wasudewan.

Principal Ray White Summarecon Bekasi Herry Tan menjelaskan perkembangan properti tahun lalu memang condong mengarah ke area Timur seperti Kota Bekasi dan Cikarang. Ia melihat LRT memang menjadi salah satu alasan yang cukup kuat untuk konsumen memantapkan pilihan menetap.

“Hampir 40% pencari rumah datang ke Bekasi karena tertarik dengan adanya LRT. Ditambah lagi faktor lain yakni harga yang lebih terjangkau, terpaut cukup jauh dengan harga rumah di Jakarta,” kata Herry.

Meski begitu, Herry berpendapat, harga properti di Bekasi dapat dikatakan progresif. Menurut Herry, harga apartemen di Bekasi Barat dan Timur sudah berkisar Rp 400 juta sampai Rp 1 miliar. Sedangkan rumah tapak dengan luas tanah 90 meter persegi dan dua lantai dibanderol Rp 1 miliaran.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top