SMEMBA 2018 Leaderboard
Lifestyle & Entertainment

Mengenang Walkman, Warisan Inovatif Sony di Masanya

Sebelum banyak orang mendengarkan musik melalui ponsel pintar secara streaming seperti sekarang ini, Sony merilis Walkman yang merupakan perangkat mendengarkan musik yang amat populer dan laku keras di masanya.

Walkman pertama kali diciptakan pada tahun 1979 dan langsung menjadi sensasi di banyak kalangan. Bahkan, melalui Walkman, Sony menjadi pemimpin pasar dalam industri elektronik dunia dan menjadi perusahaan Jepang pertama yang melantai di bursa efek New York.

Bisa dibilang konsep Walkman bermula dari ide gila Masaru Ibuka, pendiri Sony. Pada akhir Februari 1979, Ibuka sering bepergian melakukan penerbangan internasional yang membutuhkan waktu cukup lama, penerbangan lama membuatnya bosan. Ia pun menyampaikan keluhannya ini kepada rekannya di bagian audio, Norio Ohga. Mendengarkan keluhan Ibuka, Ohga meneruskan kepada Kozo Ohsone selaku General Manager divisi tape recorder.

Ohsone mempunyai waktu empat hari sebelum Ibuka melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Bersama tim kecilnya, Ohsone membuat purnarupa Walkman yang berasal dari modifikasi alat rekam Sony, Pressman. Walaupun masih purnarupa, kualitas suaranya cukup mengagumkan. Ibuka langsung jatuh hati dengan perangkat barunya ini. Sekembalinya ke Tokyo, ia langsung memperkenalkan produk ini kepada Akio Morita, salah satu pendiri Sony.

Morita menugaskan untuk melakukan penyempurnaan produk dan harus dipasarkan pada akhir Juni 1979, saat liburan sekolah di Jepang dimulai. Melalui Walkman, Sony ingin menyasar kalangan anak muda. Otomatis waktu yang dimiliki hanya empat bulan saja. Sony memperbaiki produknya tanpa melakukan riset dan tes pasar. Modalnya cuman satu, keyakinan yang dimiliki oleh Morita, si empu perusahaan.

Walkman resmi dirilis pada 17 Juli 1979, telat tiga minggu dari jadwal. Produknya laku keras di pasaran. Bahkan, distributornya saat itu kewalahan menghadapi permintaan yang terus melonjak. Sesuai target, anak muda sangat suka dengan produk satu ini. Sony langsung meningkatkan produksi dampai tiga kali lipat tiap bulannya.

Meskipun sudah meningkatkan kapasitas produksi, Sony masih kewalahan, terutama ketika memutuskan untuk memasarkan Walkman di kawasan Amerika Serikat dan Eropa. Dari target September 1979, Walkman baru masuk di dua kawasan tersebut di Februari 1980. Sony pun merilis beberapa inovasi melalui Walkman, mulai dari perangkat kaset, cakram padat, mini disc, hingga digital. Konon sampai Maret 2009, Walkman berhasil terjual sebanyak 385 juta unit.

Morita sangat puas dengan Walkman, menurutnya kunci kesuksesan dari Walkman adalah melalui pemasaran. Baginya dibutuhkan kreativitas baik dalam pengembangan, perencanaan produk dan produksi, serta pemasaran.

Ide pemasaran dari Walkman adalah memperkenalkan Jepang kepada global culture. Melalui Walkman, Sony memperkenalkan konsep personalisasi perangkat. Saat itu, kebanyakan perangkat hanya menawarkan audio yang diputar melalui stasiun radio, yang mana tidak ada personalisasi musik yang didengarkan sesuai keinginan konsumen. Lewat Walkman, konsumen bisa mendengarkan musik yang mereka inginkan dan mendengarkannya secara personal. Hal ini yang menjadi titik dari fokus pemasaran Walkman di seluruh dunia, terutama di kalangan anak muda.

Saat ini, Walkman masih terus eksis dengan beragam inovasi produk dan format. Namun, harus diakui Walkman saat ini tidaklah sepopuler pada masa jayanya. Walapun saat ini Walkman masih harus bersaing untuk terus menginovasikan produknya, ide gila dari Ibuka menjadikan Walkman sebagai salah satu ikon budaya populer yang akan selalu dikenang.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top