Grapeshot Leaderboard
Finance

Menilik Game Changing BCA Di Era Aswin Wirjadi

Photo Credits: Marketeers

Berada di pusaran transformasi besar, Bank Central Asia (BCA) pada periode tahun 1990-2007-an menjadi pengalaman tak terlupakan bagi mantan Deputy Director BCA 2000-2007 Aswin Wirjadi. Pada masa itu, Aswin menjadi saksi kebangkitan BCA dari keterpurukan pascakrisis hingga masa transformasi dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan terbuka. Apa saja suka duka yang dialami Aswin?

Aswin menjadi titik sentral perubahan permainan (game changing) yang terjadi di BCA. Ia menyaksikan pergeseran kepemimpinan BCA dari kekuatan Om Liem ke bankir Mochtar Riady hingga kenyataan yang mengharuskan BCA menjadi perusahaan terbuka. Hal ini ia ceritakan dalam peluncuran bukunya berjudul Game Changing (Transformasi BCA 1990-2007) di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Bersama sejumlah teman lama, Aswin dimutasi dari Indomobil ke BCA untuk memainkan peran baru. Tidak mudah memang, Namun, Aswin mengatakan ini justru menjadi motor penggerak untuk maju.

Setelah Mochtar Riady meninggalkan BCA, mereka yang kala itu tengah melakukan berbagai inovasi produk tiba-tiba harus dihadapkan pada kenyataan baru. BCA dinyatakan masuk ke dalam Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPNN). Bukan lagi perusahaan keluarga, BCA pun menjadi perusahaan milik publik.

Kala itu, Aswin bersama kawan-kawan dari Divisi Consumer Banking terus berjuang di era transisi tersebut. Memperkenalkan Tahapan BCA, mengantarkan BCA sebagai pemilik ATM terbanyak saat itu, hingga inovasi Paspor BCA menjadi buah kerja keras Aswin dan tim.

“Keberhasilan sebuah inovasi bukan terletak pada kecanggihan teknologi yang dipilih dan digunakan, tetapi pada ketepatan memilih sesuai dengan kebutuhan nasabah yang dilayani. Game Changing mengajari bahwa kompetisi bukan mengikuti keinginan pasar, tetapi mampu menciptakan pasar baru, mengubah perilaku pasar,” tulis Aswin dalam bukunya.

Kepada Kristin Samah, Aswin menceritakan setiap proses yang ia alami selama masa kebangkitan BCA, bahkan saat titik nadir sekalipun. Dituangkan dalam buku berjudul Game Changing (Transformasi BCA 1990-2007), Aswin mencoba berbagi dengan masyarakat luas untuk belajar dari proses sulit yang dilalui BCA selama ini.

“Melalui buku ini, saya ingin menggambarkan proses dan latar belakang yang kami lakukan di BCA. Bukan untuk ditiru, paling tidak bisa dipahami dan menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak disebabkan factor tunggal, melainkan dipengaruhi banyak hal. Kesuksesan adalah sebuah proses,” tutur Aswin.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top