Grapeshot Leaderboard
Career

Menilik Ide Pemasaran Pemenang WOW Case Competition 2018

Ajang kompetisi pemasaran tahunan bagi mahasiswa, WOW Case Competition kembali digelar. Menggandeng Pertamina Dexlite, tahun ini WOW Case Competition mengundang para mahasiswa inovatif untuk berkompetisi menyelesaikan persoalan pemasaran Dexlite. Usai menjalani rangkaian tahap, tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) keluar sebagai pemenang. Lantas, seperti apa inovasi yang diboyong ketiga mahasiswa ini?

Tak kalah menantang dari tahun lalu, WOW Case Competition kini menantang para peserta untuk menjadi konsultan pemasaran Pertamina Dexlite. Mereka diharuskan untuk membuat analisis komprehensif dan memformulasikan strategi pengembangan serta aktivasi bagi produk tersebut.

Di tahap awal, para peserta diharuskan untuk menentukan siapa yang akan menjadi target market mereka (Business to Business atau Bustiness to Customer) untuk kemudian merumuskan strategi pemasaran Dexlite yang tepat.

“Kami fokus menggarap Business to Business (B2B) karena kami lihat di sini ada market yang lebih besar bagi produk Dexlite,” ungkap Andi Magie Fitrahnurlia, salah satu anggota dalam tim Hustlers yang menjadi juara pertama dalam WOW Case Competition di Jakarta, Selasa (09/05/2018).

Para peserta pun mengajukan proposal analisis mereka untuk kemudian dipresentasikan. Mereka juga dituntut untuk membuat konten berbentuk video yang menarik mengenai produk Dexlite. Di tahap mystery case, Anggia Aryandita sebagai salah satu anggota Hustlers mengatakan, mereka ditantang untuk merumuskan cara pemasaran agar My Pertamina Apps lebih banyak dilirik. Terakhir, peserta ditugaskan untuk mengintegrasikan produk Dexlite dengan aplikasi My Pertamina secara bersamaan dalam satu konten pemasaran.

Memposisikan diri sebagai partner bagi para pemilik bisnis, tim Hustlers mengincar penyedia layanan jasa transportasi seperti travel atau bis sebagai konsumen utama mereka.

“Dari riset yang kami temukan di lapangan, sistem yang umum dilakukan dalam bisnis ini adalah para pengemudi (armada) perusahaan layanan transportasi tersebut diberikan sejumlah uang setiap hari untuk membeli bensin, dan sisanya mereka gunakan. Namun, hal ini kerap di salah gunakan pengemudi tak bertanggung jawab. Di sini, kami memposisikan diri sebagai Partner Dexlite yang bisa membantu pemilik bisnis mengontrol pengeluaran bahan bakar mereka dengan tepat dan transparan,” ungkap Rifeldo Meiza, peserta tim Hustlers.

Hal ini dikatakan Rifeldo merupakan sebuah mekanisme kontrol yang dilakukan guna menarik pelaku usaha beralih ke Dexlite. Pasalnya, jika dibandingkan dari segi harga semata, tentu para pengusaha yang notabane mencari keuntungan pasti akan memilih bahan bakar yang lebih murah, bukan Dexlite.

“Melalui Partner Dexlite yang terintegrasi dengan My Pertamina Apps, para pelaku usaha dapat dengan mudah melihat riwayat transaksi sehingga para pelaku usaha tak perlu khawatir akan tertipu. Hal ini sekaligus dapat mengubah persepsi awam bahwa menggunakan produk Dexlite tidak mahal, justru lebih ekonomis,” papar Magie.

Inovasi ini kemudian mengantarkan tiga mahasiswa/I ITB ini meraih juara pertama dalam WOW Case Competition 2018. Selain meraih uang tunai senilai Rp 20 juta, tim Hustlers juga berkesempatan menjalani internship sebagai seorang konsultan di MarkPlus Inc.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top