Mshop-leaderboard-mobile
Media

Merek-Merek yang Ikut “Main” di Film Jurassic World

Merek Merek yang Ikut Main di Film Jurassic World sStjeU_jurassic20world
Roooooar! Akhirnya, blockbuster terbaru telah mengguncang layar bioskop Anda! Dengan brand recognition global termahsyurnya, Jurassic World hadir jauh lebih menantang ketimbang prekuel sebelumnya. Dengan usaha pemasaran yang kuat, diyakini film ini menjadi film yang ditungu-tunggu tahun ini.
 
Film produksi Universal Pictures ini mengajak kita untuk kembali ke dalam memori film Jurassic Park, yang mana setting terjadi di sebuah Pulau Isla Nubar. Pulau itu didedikasikan sebagai tempat budidaya berbagai dinosaurus sekaligus menjadi wahanan taman hiburan, lengkap dengan laborotaroium penelitian. Dengan bantuan para sponsor, para peneliti menciptakan satu dinosaurus hasil persilangan DNA dari berbagai hewan bernama Indominus Rex. Tujuannya, untuk membuat wahana ini tetap mendatangakan banyak pengunjung dan mencetak pundi keuntungan. 
 
Namun, Indominus Rex tidak hanya berpostur lebih besar dari “raja” dinosaurus Tyrannosaurus alias T-Rex. Melainkan ia memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dan beberapa kemampuan tambahan, seperti kamuflase. Sehingga, saat hewan langka ini lepas dari kandangnya, keberadaannya menjadi predator yang membahayakan bagi seluruh penghuni Isla Nubar.
 
Sebagai sebuah film bebrujet tinggi (senilai US$ 95 juta), film ini tak lepas dari campur tangan marketer dalam menyusun product placement, alias menyisipkan sebuah produk komersial yang nyata dalam sebuah media fiksi. 
 
Samsung adalah merek yang secara  vulgar terpampang dalam film berdurasi 129 menit ini. Sebagai sponsor utama, Samsung tampil lewat The Samsung Innovation Center, sebuah gedung utama yang terletak di Main Street Jurassic World. Selain itu, seluruh televisi atau layar LCD yang ada dalam film ini seluruhnya bermerek Samsung.
 
Tak hanya Samsung, merek lain yang juga ingin menyelusup di benak penonton adalah Mercedes-Benz G-Class SUV, mobil yang digunakan oleh tokoh utama Owen (Chris Pratt) dan Claire (Bryce Dallas Howard) dalam mengarungi medan hutan yang rimba. Otomotif pabrikan Jerman ini juga memboyong jejeran produk mobilnya, meliputi van Sprinter, G-Wagen, dan GLE-Coupe. 
 
Merek-merek lain yang juga 'mejeng' di film ini adalah Triumph Motorcycle, Beats by Dre, Starbucks, IMAX, Coca-Cola, dan Pepsi. Lucunya, jika Coca-Cola tampil secara fisik di dalam film, rivalnya Pepsi malah menjelma dalam nama salah satu dinosaurus, yaitu Pepsisaurus.  Selain itu, nama seseorang juga adalah sebuah merek. Seperti The Tonight Show with Jimmy Fallon, raja komedi yang tampil untuk menjelaskan fungsi dari gyropshere pada salah satu adegan film.
 
Strategi product placement ini menempatkan merek di depan mata penonton untuk dilihat. Strategi “dilihat namun tidak dikatakan” ini memang secara halus menghadirkan merek di adegan-adegan utama. Hal ini tentu saja menciptakan ekstra awareness kepada merek itu, sekaligus membantu para penonton untuk mengasosiasikan merek-merek itu seperti yang digambarkan dalam film.
 
Misalnya, dalam film itu, Samsung diasosiasikan sebagai merek teknologi tinggi yang inovatif. Sedangkan Mercedes-Benz dilihat sebagai merek mobil yang mampu digunakan di segala medan. Artinya, merek itu tampil dalam kacamata yang positif di benak penonton.
 
Bagi pemasar, film memang media promosi yang menggiurkan. Selain audiensnya yang besar, efek brand awareness yang ditimbulkan pun dinilai efektif. Apalagi, jika film itu diedarkan pula dalam bentuk VCD/DVD. Artinya, dengan sekali mengiklan, sang produsen dapat merasakan brand awareness-nya dalam durasi yang lama sepanjang VDC/DVD itu masih beredar. Namun, tentu saja ada segepok dollar yang mesti dibayar produsen kepada produser film tersebut. Tak heran, product placement mampu menutupi biaya syuting dan promosi sebuah film.
 
Selama hampir seminggu beredar di 4.700 bioskop dunia, Jurassic World berhasil meraih pendapatan kotor sebesar US$ 212,8 juta. Dari angka itu, 61,6%-nya dihasilkan dari pasar luar Amerika Serikat dan Kanada. Film garapan sutradara Colin Trevorow ini berhasil menjadi tiga besar film berpendapatan tertinggi dalam sehari paska dirilis, atawa mencapai US$ 82,8 juta, mengungguli Avengers dan The Drak Night.

Most Popular








To Top