Government & Public Services

Mother of Industries, Ekspor Baja Nirkarat Naik Tiga Kali Lipat

Photo Credits: 123rf

Dijuluki Mother of Industries, industri baja berperan penting dalam memasok kebutuhan bahan baku guna mendukung proyek infrastruktur di berbagai sektor industri. Berpotensi memenuhi kebutuhan pasar dunia, ekspor produk baja Indonesia  naik tiga kali lipat (stainless steel HRC). Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat mengingat pabrik baja stainless steel di kawasan industri Morowali masih memiliki ruang ekspansi.

Peluang ekspor produk baja Indonesia semakin membesar seiring dengan terbukanya pasar, terutama di China, Asia Tenggara, dan negara-negara yang membuat perjanjian bilateral dengan Indonesia.

“Terjadi peningkatan ekspor produk baja dari Indonesia terutama produk stainless steel slab serta stainless steel HRC (hot rolled coil). Lonjakan ekspor yang paling mencolok hampir tiga kali lipat adalah stainless steel HRC. Kemudian stainless steel slab hampir dua kali lipat. Hal ini tak lepas dari terbukanya pasar global,”  ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto di Jakarta, Senin (28/01/2018).

Kemenperin mencatat, ekspor stainless steel slab tumbuh dari 302.919 ton pada tahun 2017 menjadi 459.502 ton selama Januari-September 2018, sedangkan stainless steel HRC melonjak dari 324.108 ton menjadi 877.990 ton pada periode yang sama.

Harjanto meyakini, ekspor baja dari Indonesia akan terus meningkat karena pabrik baja stainless steel di kawasan industri Morowali masih memiliki ruang ekspansi. “Di Morowali, total kapasitas produksi smelter nickel pig iron sebesar 2 juta ton per tahun dan 3,5 juta ton stainless steel per tahun, dengan nilai ekspor mencapai USD2 miliar pada tahun 2017 dan naik menjadi US$ 3,5 miliar pada tahun 2018,” imbuhnya.

Kemenperin menargetkan, kawasan tersebut mampu menghasilkan empat juta ton baja nirkarat atau stainless steel per tahun serta memiliki pabrik baja karbon berkapasitas empat juta ton per tahun. Apabila produksi stainless steel tercapai empat juta ton per tahun, Indonesia akan menjadi produsen kedua terbesar di dunia atau setara produksi di Eropa.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top