Finance

MTF Menyasar Nasabah Saat ini dan Masa Depan

Saat ini, sekitar 90% pendanaan MTF mengucur ke pembelian mobil baru. Meski baru berusia sembilan tahun, MTF sudah berada di posisi tiga besar perusahaan multifinance Tanah Air.   

Sepanjang sembilan bulan pertama pada tahun 2018, Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Pada periode itu, pendapatan MTF naik 14,6% dibanding periode yang sama tahun lalu, dari Rp 1,19 triliun menjadi Rp 1,36 triliun.

MTF juga berhasil menjaga kualitas kreditnya. Hal ini terlihat dari non-performing finance (NPF) yang selalu berada jauh di bawah angka industri. Hingga September 2018, NPF dari MTF hanya 0,83%. Angka ini turun dibanding periode yang sama tahun lalu, yang di angka 1,12%.

Laba bersih MTF hingga kuartal ketiga 2018 juga meningkat 47,9% dibanding periode yang sama setahun lalu. Naik dari Rp 202,08 miliar menjadi Rp 298,94 miliar. Dalam hal aset, MTF juga mencatatkan kenaikan sekitar 14,6%. Meningkat dari Rp 13,74 triliun pada kuartal tiga 2017, menjadi Rp 16,55 trilun pada periode yang sama tahun ini. Dana yang dikelola MTF sudah mencapai Rp 42 triliun dan terus tumbuh tiap tahun.

“Tahun in, MTF memasang target awal pengucuran hingga Rp 24 triliun. Tapi Bank Mandiri, di pertengahan tahun meminta MTF menaikkan hingga Rp 25 triliun. Ekspektasi kami, hingga akhir tahun ini bisa menyentuh angka Rp 27 triliun. Tahun depan, target kami di atas Rp 29 triliun,” kata Harjanto Tjitohardjojo, Direktur PT Mandiri Tunas Finance.

Ia menambahkan, MTF harus total dalam segala hal. MTF memaksimalkan dunia digital tidak hanya di sisi pemasaran, namun di seluruh lini bisnis. Salah satunya, MTF telah membuka banyak kanal distribusi baru di dunia digital. Mulai tahun ini, MTF merambah ke dunia digital, baik lewat e-commerce, situs jual-beli mobil, dan financial technology (fintech).

“Kontribusinya memang masih di bawah 1%. Namun ini adalah masa depan dari bisnis pembiayaan. Mengingat, generasi milenial yang akrab dengan dunia online akan semakin mapan secara perekonomian,” jelasnya.

Perusahaan pembiayaan ini juga sedang mengembangkan aplikasi mobile, yakni MTF Go yang interaktif. Aplikasi ini akan menjadi platform untuk semua proses bisnis dan layanan dari MTF, seperti informasi, survei calon nasabah, hingga pembayaran. “Pada dasarnya, sekarang ini semua sudah terdigitalisasi, namun belum terintegrasi karena kami sedang beradaptasi. Berikutnya, semua akan kami integrasikan dalam satu platform,” tambahnya.

Setelah bisnis digital terintegrasi, MTF menargetkan pada tahun 2020 jalur digital bisa memberi kontribusi hingga 10%. Target ini akan dicapai tidak hanya melalui bisnis pembiayaan mobil. MTF sudah menggandeng berbagai perusahaan fintech peer to peer lending.

Sejauh ini, kekuatan MTF adalah memiliki beragam produk untuk menyasar beragam segmen. Sehingga, tidak heran bila perusahaan ini memiliki positioning “Fleksibilitas Produk”. Dan, membangun brand image sebagai perusahaan pembiayaan yang “Fast & Easy”.

“Kami masuk ke semua segmen dengan penawaran yang berbeda-beda, dari bunga murah hingga down payment yang terjangkau. Tapi, komposisi produk berbunga murah itu sebenarnya hanya 10%-15% saja. Intinya, kami ingin memenuhi pasar dengan beragam produk,” kata Harjanto.

Untuk membangun komunikasi dengan nasabah dan calon potensial nasabah, MTF menggelar beragam cara. Di antaranya, masuk ke kampus-kampus dengan program Direksi Mengajar yang dalam setahun ada enam kali dan dilakukan secara bergilir oleh para direksi. Memang, materinya mengenai model bisnis dan industri multifinance. Namun secara tidak langsung, MTF telah melakukan branding ke nasabah di masa mendatang.

Selain itu, MTF juga tidak pernah absen di berbagai ajang otomotif sebagai sponsor. Tahun ini, MTF menjadi pendukung utama dari Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Sebelumnya, perusahaan ini mensponsori Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) selama dua tahun berturut-turut.

Strategi komunikasi lain yang menarik adalah membuat tema kampanye yang terus berganti hampir setiap bulan. Misalnya, pada November lalu, MTF menggelar program “Hero of The Nation”. Lewat kampanye tematik ini, MTF memberikan produk promo yang menarik bagi beberapa profesi yang layak disebut pahlawan, seperti guru.

MTF meraih penghargaan The Below-the-Line Campaign of The Year
dalam Marketeers Editor Choice Awards 2018.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top