Mshop-leaderboard-mobile
Retail & Property

Mughnii Land Jajaki Bisnis Villatel di Tabanan, Bali

555 Islands Mughnii Land
Villatel Mewah Mughnii Land - 555 Islands

Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Setiap daerah pun dikenal dengan diferensiasinya masing-masing. Mulai dari keindahan alam hingga eksotika kebudayaannya.

Salah satu destinasi wisata potensial yang dikenal dengan keindahan pantainya adalah Desa Wisata Beraban. Potensi ini yang tengah dijajaki oleh Mughnii Land dengan mengembangkan proyek villatel mewah, yakni 555 Islands.

Desa wisata Beraban ini mempunyai potensi yang besar dalam bidang agrowisata, di desa Beraban terdapat pula sungai Yeh Ho yang bermuara hingga samudera Hindia. Desa Beraban dapat ditempuh dengan jarak sekitar 55 km dari Bandara Udara Ngurah Rai, sekitar 1,5 jam waktu perjalan menggunakan mobil. Lokasi Desa Beraban juga sangat strategis terletak di dekat Jalan Raya Tanah Lot sehingga membuat desa wisata di Kota Tabanan ini sudah cukup dikenal dalam dunia pariwisata.

“555 Islands ini kami kembangkan dengan konsep villatel mewah di tepi pantai yang dilengkapi dengan private pool. Di sini, kami menawarkan dua tipe unit, yakni tipe 32 dan tipe 56 dengan private pool dengan status hak milik. Semuanya kami kemas dengan berbagai fasilitas menarik untuk wisatawan,” jelas Djoko Purwoko, Owner PT Mahakarya Almeera Mughnii Development (Mughnii Land).

Dengan lokasi yang sangat strategis bernuansa pedesaan yang masih sejuk jauh dari polusi, 555 Islands juga dilalui dengan aliran sungai yang masih jernih yang langsung bermuara di pantai Beraban. Djoko menyebutkan, lanskap ini diharapkan menjadi sebuah nilai plus bagi penghuni Villa 555 Islands.

Respons atas produk ini pun cukup baik. Djoko menyebutkan bahwa dalam dua minggu, villa yang akan dibangun pada Desember tahun ini telah terpesan 59 unit. Dibanderol dengan harga mulai dari Rp 395 juta hingga Rp 900 juta, villa mewah ini dibangun di atas tanah dengan luas 16 hektare.

“Saya menargetkan proyek ini selesai pada pertengahan 2019. Meski pasar properti sedikit lesu, tapi saya yakin konsep hak milik ini bisa menggugah hitungan investasi orang. Saya pun banyak memberikan diferensiasi pada proyek ini. Tentu, membangun diferensiasi akan membuat produk-produk saya dihargai lebih mahal oleh pasar,” tutup Djoko.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top