Technology

Oppo di Indonesia, Awalnya Coba-Coba Sekarang Nagih

Oppo di Indonesia

Banyak brand Tiongkok berseliweran di pasar smartphone Tanah Air. Hanya sedikit yang punya kue cukup besar. Meski terbilang pemain baru, Oppo berhasil menjadi salah satu pemain smartphone yang diperhitungkan di pasar Indonesia.

Hadir sejak 2013 lalu di Indonesia, brand asal Tiongkok tersebut segera merangkak sebagai brand smartphone papan atas di Indonesia. Menurut hasil riset, jelang akhir 2016, Oppo meraup pangsa pasar smartphone di Tanah Air sebanyak 16,7%. Artinya mereka berada di posisi kedua soal market share di bawah Samsung.

Dari awal Oppo langsung membuat jaringan distribusi dan sales sendiri. Alasannya agar semua terkontrol. “Sekaligus menunjukkan keseriusan kami untuk membangun brand di Indonesia,” ujar Media Engagement Oppo Indonesia Aryo Meidianto. Pada akhir 2014, mereka bahkan berani mendirikan pabrik untuk produksi smartphone secara lokal.

Di awal kehadirannya, Oppo memang langsung bermain cepat. Banyak varian diluncurkan dari segmen menengah bawah sampai atas. Upaya itu dianggap sebagai uji pasar. Namun hampir dua tahun terakhir, mereka mulai melakukan berbagai riset untuk mengetahui karakter dan keinginan konsumen Indonesia soal smartphone. “Ternyata masyarakat senang dengan fitur kamera, terutama untuk selfie,” ungkap Aryo.

Sejak 2016, Oppo me-repositioning strategi dengan hanya fokus pada sedikit varian. Yang penting produk mereka punya advantage di kamera, terutama kamera depan. Tujuannya ketika masyarakat ingin mencari smartphone dengan fitur kamera berkualitas, Oppo menjadi top of mind.

“Dimulai dari F1, F1s, hingga F1 Plus. Semua kami komunikasikan sebagai smartphone dengan kamera bagus. F1 sampai F1 Plus berhasil diterima masyarakat dengan penjualan bagus,” sambung Aryo.

Peran brand ambassador bermain di sini. Tercatat mulai dari aktor Reza Rahadian, aktris Chelsea Islan, penyanyi Isyana Sarasvati dan Raisa, sampai pebalap Rio Haryanto tampil di berbagai kampanye Oppo. Prestasi di bidang masing-masing jadi pertimbangan. Selain itu, setiap figur publik dinilai mewakili segmen yang menjadi target pasar.

Selain popularitas, mereka juga me-leverage strategi digital di belakang para ambassador itu. Maklum, para artis dan atlet itu memiliki pengikut yang berjumlah massal di media sosial masing-masing. Di sini, setiap ambassador ikut mengedukasi masyarakat bagaimana memaksimalkan fitur kamera smartphone di akun mereka. “Satu lagi, pertimbangan konsumen membeli produk kami adalah after sales,” kata Arto. Saat ini Oppo memiliki 98 gerai service, yang tersebar dari Aceh sampai Papua.

Most Popular








To Top