Mshop-leaderboard-mobile
Government & Public Services

Pasarkan Pariwisata Lewat Balap Sepeda Tour de Central Celebes

Pasarkan Pariwisata Lewat Balap Sepeda Tour de Central Celebes 813-ilustrasi_tour_de_central_celebesdokist-696x341-e1501068236421
Photo Credit: netralnews.com

Sulawesi Tengah (Sulteng) siap menghelat festival olahraga bertaraf internasional pertamanya, Tour de Central Celebes 2017. Festival mengayuh sepeda sejauh 491,4 km ini diyakini dapat mendongkrak pariwisata provinsi yang beribu kota Palu tersebut.

Menurut Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Tour de Celebes akan melintasi wilayah-wilayah yang merupakan destinasi wisata unggulan Sulteng. Ia menjelaskan, tur akan dimulai daro Tojo Una-Una, lalu menuju Kabupaten Poso, lalu ke Parigi Moutong, kemudian Kabupaten Sigi, dan berkahir ke Ibu kota Palu.

Masing-masing wilayah tersebut, sambung Longki, memiliki agenda atau festivalnya masing-masing. Misalnya, di Tojo Una-Una, terdapat Festival Pesona Bahari Togean, lalu di Parigi Moutoung terkenal dengan Festival Teluk Tomini, serta di Palu ada Festival Pesona Palu Nomoni.

“Setiap kabupaten sudah siap menyambut Tour de Centra; Celebes, baik dari segi promosi dan pengadaan infrastruktur serta akomodasi,” kata Pak Gubernur saat diskusi Bringing Tour de Central Celebes to The World, di Philip Kotler Theater Class, MarkPlus Main Campus, Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Longki menurutkan, Tour de Central Celebes yang digagas pemerintahnya merupakan salah satu cara unik untuk menarik turis berpelesir ke wilayah destinasi Sulteng.

Selama ini, Sulteng hanya dikenal dengan wisata laut Togean yang menjadi destinasi favorit bagi penyelam mancanegara. Namun, sebenarnya, banyak wisata alam dan sejarah yang ingin ditonjolkan selama festival ini berlangsung.

“Jarang yang tahu bahwa ikon provinsi kami diambil dari bangunan megalit yang sudah ribuan tahun lalu. Ilmuan asing bahkan menyebut bahwa ada kesamaan antara bebatuan ini dengan yang dimiliki oleh Suku Maya di Amerika Selatan,” ujar Longki, menjawab pertanyaan peserta diskusi.

Kendati, memang, Longki menyadari bahwa aksesibiiti menjadi kendala Provinsi ini menggaet wisatawan. Untuk menuju ke Palu, seorang wisatawan harus transit ke beberapa Bandar Udara, sebelum akhirnya mendarat ke kota tersebut. Karena itu, Pemerintah Provinsi melakukan kajian untuk memperpendek jalur wisatawan ke daerah tersebut.

Turis yang ingin mengunjungi Palu dan daerah di sekitarnya harus transit di beberapa kota di Sulawesi, seperti di Manado dan Makassar. Padahal, pada tahun 2014, maskapai Garuda Indonesia pernah membuka penerbangan langsung dari Jakarta menuju Palu dalam sehari.

“Kami sedang mendorong maskapai untuk mau membuka penerbangan langsung. Ini didorong oleh festival internasional seperti Tour de Central Celebes,” kata dia.

Melalui festival ini, Pemprov Sulteng berharap dapat merangkul turis-turis yang selama ini mengunjungi ibu kota provinsi tentangga, seperti Manado. Longki bahkan ingin menyasar turis asal China yang katanya mencapai 10.000 pengunjung tahun lalu. Meskipun, ia sadar banyak hal yang mesti dipersiapkan terkait menggaet turis China, seperti dengan merangkul agensi perjalanan dari China.

Pada tahun 2016, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Sulteng mencapai 57.461 orang dan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 3.019.448 orang. Tahun ini jumlah tersebut diproyeksi akan meningkat dengan target wisman sebanyak 75.000 orang dan wisnus mencapai 3.757.841 orang.

Tour de Central Celebes yang berlangsung 7-8 November 2017 ini adalah salah satu ajang balap sepeda bertafar internasional yang digelar oleh beberapa kota atau provinsi di Tanah Air. Dimulai dengan Tour de Singlarak, ajang serupa merembet ke daerah lain seperti Tour de Flores dan Tour de Mollucas.

Di tempat terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, festival balap sepeda dan festival olahraga lainnya merupakan bagian dari sport tourism yang tujuan utamanya adalah memajukan pariwisata di daerah. Semakin banyaknya kunjungan wisatawan, pada akhirnya akan menggerakkan perekonomian daerah tersebut sekaligus mendorong perbaikan infrastruktur.

Menurut AY, sapaan Arief, sport tourism memiliki tingkat efektifitas yang tinggi, karena media value yang dihasilkan cukup besar. Ia menilai, media baik skala nasional dan internasional akan meiiput kegiatan tersebut saat sebelum, ketika, dan setelah festival olahraga itu diadakan. “Nilainya bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang,” ucap dia.

Arief kemudian mencontohkan, apabila event balap motor Moto GP dihelat di Indonesia, potensi keuntungan minimum yang bisa diraih mencapai Rp 2 triliun dengan modal sebesar Rp 130 miliar. Moto GP akan dapat menarik setidaknya 100.000 wisatawan, sehingga menghasilkan nilai ekonomi Rp 1 triliun. Media value-nya pun minimal mencapai Rp 2 triliun.

Tour de Central Celebes akan diikuti oleh 10 tim yang berasal dari 12 negara, yaitu Kanada, Singapura, Malaysia, Korea, Belanda, Kuwait, Sri Lanka,Vietnam, Filipina, Thailand, Brunei, dan Perancis. Indonesia sendiri mengirimkan lima pebalapnya. Adapun total hadiah mencapai Rp 650 juta.

Most Popular








To Top