Mshop-leaderboard-mobile
Media

Pelajaran Digital Marketing ala Serial Game of Thrones

Digital marketing Game of Thrones

Seri terbaru serial fantasi Game of Thrones kembali mengudara mulai 17 Juli 2017. Memasuki musik ke-tujuh, Game of Thrones melanjutkan kembali takdir perjalanan para tokoh-tokohnya seperti Jon Snow, Tyrion Lannister, dan Daenerys Targaryen. Sebagai serial televisi paling populer saat ini, Game of Thrones merupakan senjata utama bagi rumah produksi HBO.

Untuk musim keenam yang diputar pada tahun lalu, disebutkan bahwa HBO menghabiskan biaya sekitar US$ 10 juta untuk satu episodenya. Padahal, satu seri Game of Thrones berisikan sepuluh episode. Sehingga bila dikalkulasikan biaya untuk membuat satu seri Game of Thrones mencapai US$ 100 juta.

Biaya produksi Game of Thrones meningkat cukup signifikan, mengingat rata-rata biaya produksi kelima seri sebelumnya hanya berada pada kisaran US$ 6 juta. Perlu dicatat juga pada episode final musim keenam, Game of Thrones disaksikan secara resmi melalui platform HBO oleh sembilan juta pasang mata. Angka ini belum ditambah dengan penonton yang menyaksikannya dengan cara ilegal, bila ditambahkan angkanya bisa mencapai 25 juta pasang mata.

Tidak hanya sukses karena konten cerita yang dibangun di tiap episodenya, Game of Thrones juga berhasil merajai beragam platform media sosial. Pada pemutaran perdana musim keenam, April tahun 20156, dalam satu minggu terdapat 1,5 juta postingan status yang berkaitan dengan Game of Thrones. Bahkan, menurut data Spredfast, perusahaan analitik media sosial, selama tiga hari dari Jumat sampai Minggu, terdapat 829 ribu cuitan tentang Game of Thrones di platform Twitter.

Sebagai rumah produksi, HBO nampaknya paham betul bahwa seri satu ini amat digemari, baik di dunia nyata dan dunia maya. Sebab itu, HBO mencoba mengemas secara apik konten digital marketing Game of Thrones.

Bagi para penggemarnya, setiap episode dari Game of Thrones adalah momen yang tidak boleh ditinggalkan. Bila merunut pada angka yang disebutkan sebelumnya, setidaknya ada sembilan juta orang yang menyaksikan Game of Thrones. Sebab itu, brand juga bisa memanfaatkan momentum yang ada melalui film tersebut.

HBO juga secara terbuka menjalin kerjasama kepada para brand terkait dengan kegiatan promosional Game of Thrones baik online dan offline. Satu contoh, Spotify pernah melakukan kerjasama dengan HBO pada tahun 2016 terkait dengan playlist lagu khusus yang sesuai dengan karakter tokoh Game of Thrones.

Uber juga pernah melakukan kerjasama dengan HBO. Pada tahun 2015, Uber merilis kampanye #RideOfThrones di jalanan kota New York, Amerika Serikat. Kala itu penumpang bisa memesan layanan Uber dan akan diantarkan menuju tujuan menggunakan sebuah mobil dengan kursi yang didesain khusus layaknya singgasana Iron Throne di serial Game of Thrones.

Game of Thrones juga berhasil mengelola platfrom media sosialnya secara baik. Tercatat Twitter, Facebook, dan YouTube menjadi corong utama dari promosional digital marketing Game of Thrones.

Setiap ada materi promosi baru baik dalam bentuk video atau gambar, semuanya diterbitkan melalui platform tersebut. Terkadang mereka juga menghadirkan konten ekslusif melalui platform media sosial. Tidak hanya untuk promosi, akun media sosialnya juga menjadi ajang diskusi bagi para penggemarnya. Secara konsisten, HBO memanfaatkan penggunaan hashtag secara ideal.

Satu pelajaran yang bisa diambil dari serial ini adalah berani untuk mengelola platform media sosial secara benar. Mereka juga berani untuk mengkombinasikan ciri khas dalam serial mereka ke dalam dunia nyata melalui aktivasi offline yang berkerjasama dengan para brand.

Editor: Sigit Kurniawan

 

Most Popular








To Top