Government & Public Services

Peluang Bisnis Industri Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan Kian Terbuka

Photo Credits: Kementerian Perindustrian

Peluang pengembangan industri kaca alat-alat farmasi dan kesehatan kian terbuka. Hal ini dinilai Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ditopang dengan pertumbuhan industri farmasi, produk obat kimia dan tradisional mencapai 4,46% pada 2018.

“Jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa yang membutuhkan produk farmasi berupa vaksin, obat dan lainnya, mendorong pula kebutuhan pasar domestik,” ungkap Airlangga di Cikarang, Rabu (24/04/2019).

Konsumsi produk ampul di dalam negeri sebesar 700 juta pcs per tahun dan produk vial sebesar 500 juta pcs per tahun dengan pertumbuhan kebutuhan per tahun sebesar 3%. Bicara ekspor produk ampul dan vial secara nasional mencapai 2.500 ton atau senilai USD17 juta pada 2018.

Airlangga  menyampaikan, industri kaca merupakan sektor padat modal yang membutuhkan biaya investasi besar. Untuk itu, dalam pelaksanaan kebijakan pengembangan sektor industri pengolahan, difokuskan pada penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku serta energi yang berkesinambungan dan terjangkau.

Guna melindungi industri kaca farmasi di dalam negeri, Kemenperin berinisiasi untuk melakukan penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk ampul dan merevisi SNI produk vial, yang selanjutnya akan diwajibkan.

“Dengan diproduksinya ampul dan vial di dalam negeri, kita harapkan pula dapat mengoptimalkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk farmasi melalui komponen kemasan dalam proyek pengadaan jaminan kesehatan pemerintah,” tutur Airlangga.

Editor: SigitKurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top